Proyek Pembangunan SDN 01 Sukaraya Diduga Tak Transparan, Panitia Enggan Dikonfirmasi

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 15:49 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi – Proyek pembangunan swakelola empat ruang kelas baru di SDN 01 Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, diduga tidak transparan. Hal ini terlihat dari sikap panitia pembangunan yang dinilai tidak kooperatif saat dikonfirmasi awak media.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan ruang kelas tersebut bernilai Rp 983.285.224,00 dan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025. Namun hingga kini pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), enggan memberikan keterangan terkait progres pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

 

 

Saat dikunjungi langsung maupun dihubungi melalui telepon, pihak P2SP bersikap saling melempar tanggung jawab. Teguh, selaku konsultan perencanaan dan pengawasan, meminta media menghubungi Panitia P2SP, yaitu Guru Iwan dan Guru Jaka.

Pada Jumat (14/11), Guru Iwan mengaku sedang berada di luar saat dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp. Sementara upaya konfirmasi kepada Guru Jaka tidak mendapat respons. Pada Minggu (16/11), media kembali mencoba menghubungi Guru Iwan, namun panggilan telepon justru ditolak.

Sikap tertutup tersebut menimbulkan pertanyaan besar: ada apa dengan proyek pembangunan swakelola SDN 01 Sukaraya hingga pihak panitia enggan memberikan penjelasan?

Wandi, salah satu warga Sukaraya, turut menyoroti pelaksanaan proyek tersebut. Ia menilai lokasi pembangunan memiliki tekstur tanah yang labil.

“Tanah itu dulunya rawa dan dipenuhi sampah. Kami khawatir bangunan jadi tidak bertahan lama, apalagi informasinya tidak menggunakan cakar ayam,” ujarnya.

Wandi juga mengatakan bahwa pada musim hujan, galian pondasi terlihat tergenang air tanpa ada proses penyedotan. Selain itu, besi yang sudah tertanam pada pondasi disebut mudah dicabut.

“Ini sangat miris. Mutu dan kualitas pembangunan gedung SDN 01 Sukaraya yang nilainya hampir satu miliar rupiah seharusnya lebih diperhatikan,” tegasnya.

Wandi berharap panitia P2SP dapat bekerja secara profesional dan mengutamakan kualitas bangunan.

“Kami ingin bangunan SDN 01 Sukaraya benar-benar layak dan kuat, demi menunjang fasilitas pendidikan bagi anak-anak di Desa Sukaraya, Karangbahagia,” pungkasnya. (Tim)

Berita Terkait

Bukan Membangun, Justru Meruntuhkan: Swakelola SDN 01 Sukaraya Diincar Sidak DPRD
Klinik Rawat Inap OGDJ LKS Griya Insan Berdaya Diduga Beroperasi Tanpa Izin
LSM Penjara Desak Kejari Usut Tuntas Pembongkaran Jembatan di Sukamulya Tanpa Prosedur

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:08 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon Melaksanakan Puldata Ter di Kantor Desa di Wilayah Desa Binaan

Selasa, 14 April 2026 - 19:46 WIB

Pengadilan Negeri Blangkejeren Diuji Integritasnya, Rabusin Tekankan Fakta Hukum dalam Perkara Agraria

Minggu, 12 April 2026 - 23:28 WIB

Sawah Warga Terdampak Akibat Tanggul Jebol, Kadis Pertanian Gayo Lues Gerak Cepat Tinjau Lokasi

Jumat, 10 April 2026 - 14:04 WIB

Gotong Royong Lawan Longsor, Babinsa dan Warga Tingkem Bersatu Pulihkan Jalan

Jumat, 10 April 2026 - 14:00 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon Melaksanakan Puldata Ter di Kantor Desa di Wilayah Desa Binaan

Kamis, 9 April 2026 - 15:20 WIB

Kadis Pertanian Gayo Lues Tinjau Lokasi Optimalisasi Lahan di Dabun Gelang

Kamis, 9 April 2026 - 12:47 WIB

Menjalin Silaturahmi, Babinsa Komsos Bersama Warga Binaan

Kamis, 9 April 2026 - 07:34 WIB

​Sungai Pining dan Pertik Meluap, Satu Rumah Warga di Gayo Lues Terpaksa Dibongkar

Berita Terbaru