Duta Saman instiitue jakarta Siap Menampilkan tari tangan seribu di Korea Selatan, Usung Misi Budaya dan Martabat Bangsa di Festival Tari Internasional Busan 2026

DETIK UPDATE

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 02:58 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh.Detik update 24 mei 2026 |  Semangat dalam pelestarian budaya tari tangan seribu ( Saman ) kembali digaungkan DSI duta Saman instiitue jakarta yg mana salah satu putra Ter baik dari Tanah Gayo.aminullah ber hasil membina organisasi seni dan budaya tempat di ibukota Jakarta .maka dari itu Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh menunjukkan dukungan penuh terhadap misi diplomasi budaya internasional yang akan dijalankan Perkumpulan Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) melalui tim Duta Saman Institute. Dukungan tersebut diberikan atas atensi langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang menaruh perhatian besar terhadap upaya pelestarian dan pengenalan budaya Aceh ke panggung dunia.

Delegasi budaya Aceh itu dijadwalkan bertolak menuju Kota Busan, Republik Korea, untuk memenuhi undangan resmi dalam ajang bergengsi The 22nd Busan International Dance Festival (BIDF) 2026 yang berlangsung pada 2 hingga 9 Juni 2026. Festival tari internasional tersebut dikenal sebagai salah satu perhelatan seni pertunjukan terbesar di Asia yang menghadirkan seniman dan kelompok tari dari berbagai negara.

Keikutsertaan Duta Saman Institute bukan hanya sekadar tampil membawa pertunjukan seni. Lebih dari itu, rombongan ini memikul tanggung jawab besar sebagai duta budaya Indonesia yang akan memperkenalkan kekayaan tradisi Aceh kepada masyarakat dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan kerjanya di Jakarta pada 22–23 Mei 2026, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, yang diwakili Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Aceh, Masri Amin, menyerahkan dukungan fasilitasi Pemerintah Aceh secara simbolis kepada tim Duta Saman Institute. Penyerahan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan semangat kebersamaan.

Pada kesempatan itu, Masri Amin juga menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Aceh kepada seluruh delegasi yang akan berangkat ke Korea Selatan. Pemerintah Aceh berharap seluruh anggota tim dapat menjaga marwah, kehormatan, dan nama baik Aceh serta Indonesia selama menjalankan misi budaya di luar negeri.

“Penampilan di panggung internasional bukan hanya soal seni pertunjukan, tetapi juga tentang membawa identitas, adab, dan karakter bangsa,” pesan yang disampaikan Pemerintah Aceh kepada para delegasi.

Di sela agenda penyerahan dukungan tersebut, Masri Amin turut menyaksikan langsung latihan persiapan akhir tim Tari Saman di kawasan Tamini Square, Jakarta Timur. Suasana latihan berlangsung penuh energi dan emosional. Puluhan penari duduk berbanjar rapi, menyatukan ritme tepukan tangan, hentakan dada, gerak tubuh, dan syair-syair berbahasa Gayo yang menggema kuat di ruangan latihan.

Setiap gerakan dilakukan dengan disiplin tinggi dan konsentrasi penuh. Kekompakan para penari terlihat begitu solid, mencerminkan latihan panjang yang telah mereka jalani selama berbulan-bulan demi memberikan penampilan terbaik di hadapan publik internasional.

Tari Saman sendiri merupakan salah satu mahakarya budaya Indonesia yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Tarian ini telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak tahun 2011. Pengakuan internasional tersebut menjadikan Tari Saman bukan hanya milik masyarakat Gayo semata, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya dunia yang harus dijaga keberlangsungannya.

Dalam festival di Busan nanti, tim Duta Saman Institute dijadwalkan tampil dalam sejumlah agenda penting. Mereka akan tampil dua kali di panggung utama festival, mengisi satu sesi edukasi budaya, serta memenuhi undangan khusus dari Pemerintah Kota Busan dalam satu pertunjukan kehormatan.

Penampilan itu diyakini akan menjadi salah satu atraksi yang paling dinanti. Tari Saman dikenal memiliki kekuatan visual dan energi kolektif yang mampu memukau penonton dari berbagai latar belakang budaya. Kecepatan gerak, ketepatan ritme, serta harmoni para penari menjadi daya tarik utama yang sering mendapat sambutan meriah di berbagai panggung dunia.

Tidak hanya menyajikan tarian, penampilan Duta Saman Institute tahun ini juga akan diperkaya dengan sentuhan sastra dan puisi. Seniman nasional asal Gayo, Fikar W. Eda, dijadwalkan turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut.

Fikar akan membawakan puisi bertema Saman yang dirancang khusus untuk memperkuat suasana magis dan emosional dalam setiap penampilan. Perpaduan antara syair puitis dan gerakan dinamis Tari Saman diyakini akan menghadirkan pengalaman artistik yang mendalam bagi penonton internasional.

Ketua Umum LESBUGA, M. Aris Gayo, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan Pemerintah Aceh terhadap perjuangan para seniman budaya Gayo. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi suntikan semangat besar bagi seluruh anggota tim yang selama ini bekerja keras secara mandiri menjaga eksistensi Tari Saman di level internasional.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan pendanaan tambahan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi menjelang keberangkatan tim ke Korea Selatan. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan agar seluruh agenda budaya tersebut dapat terlaksana secara optimal.

Ia mengungkapkan bahwa hampir 95 persen aktivitas Duta Saman Institute selama ini dijalankan secara mandiri demi mempertahankan kehormatan Tari Saman sebagai warisan budaya dunia. Mulai dari latihan, pembinaan generasi muda, hingga promosi budaya ke berbagai daerah dan luar negeri, sebagian besar dilakukan dengan keterbatasan sumber daya.

Karena itu, M. Aris Gayo berharap adanya kolaborasi nyata dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, sektor swasta, korporasi, komunitas budaya, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan warisan budaya Aceh tersebut.

“Perjuangan ini bukan hanya tentang tampil di festival internasional. Ini tentang menjaga amanah leluhur, menjaga identitas budaya, dan memastikan Tari Saman tetap hidup serta dihormati dunia,” ujarnya.

Partisipasi Duta Saman Institute dalam Busan International Dance Festival 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan diplomasi budaya Indonesia di tingkat global. Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, kehadiran Tari Saman di panggung dunia menjadi bukti bahwa budaya tradisional Indonesia tetap memiliki tempat terhormat dan mampu berbicara di hadapan masyarakat internasional.

Kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan budaya bangsa. Dari lantunan syair Gayo hingga tepukan serempak para penari Saman, Aceh kembali bersiap mengirimkan pesan persaudaraan, kekuatan budaya, dan kebanggaan identitas Indonesia kepada dunia internasional dari panggung Busan, Korea Selatan.

Berita Terkait

Material Batu Proyek Bronjong di Kutacane Lama Aceh Tenggara Banyak Ukuran Kecil Pengawasan Tutup Mata Dan Tanpa Papan Informasi
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI
Lawe Harum Jadi Cermin Buruk Tata Kelola Proyek, Sawah Tetap Kekurangan Air dan Petani Dipaksa Bertahan Sendiri
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap
Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Santuni Santri Berprestasi di Aceh Tenggara
Kapolda Aceh Apresiasi Kekompakan Polres Aceh Tenggara, Kunjungan Kerja Berlangsung Penuh Kehangatan dan Semangat Kebersamaan
Polres Aceh Tenggara Gelar Rikkes Berkala TA 2026, Kapolres Turut Ikuti Pemeriksaan
Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Akses Kutacane-Medan Terhambat / Kelompok Relawan Partai PKS Terjun

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:06 WIB

Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:06 WIB

Program Wardoyo: Ribuan Paket Sembako Dibagikan ke Warga Kurang Mampu Kecamatan Losari  

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:34 WIB

Semangat Menggelora, Suporter Persib Wilayah Losari Cirebon Padati Jalan Raya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:54 WIB

Masjaka Babakan dan Konsultan Bahas Rencana Drainase 6 Km Jl. Jenderal Sudirman Ketanggungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:41 WIB

Jaga Kondusivitas Wilayah Pesisir, Kapolsek Losari Koordinasi dengan Tokoh Nelayan Karangdempel

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:14 WIB

BESTIE dan Polisi Peduli Sampah Jadi Gerakan Bangun Kesadaran Warga Brebes

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:16 WIB

Panen Raya Jagung di Kebun SAE, Lapas Kupang Sulap Lahan Batu Karang Jadi Simbol Ketahanan Pangan NTT

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:52 WIB

Sosialisasi Konservasi Mangrove: Langkah Desa Karang Dempel Cegah Abrasi Pantai

Berita Terbaru