Siap Musyawarah, PT Aplus Pacific Tolak Dihakimi Sebelum Terbukti

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 00:18 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK,

Kuasa Hukum PT Aplus Pacific, Jimi Siregar, meminta pemerintah pusat maupun daerah serta Aparat Penegak Hukum (APH) memberikan perlindungan hukum kepada kliennya, di tengah maraknya pemberitaan dan sorotan publik terkait kegiatan pematangan lahan di Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Ia menegaskan setiap keputusan harus didasarkan pada fakta dan aturan, bukan tekanan atau narasi yang berkembang di ruang publik.

Permintaan itu disampaikan menyusul munculnya berbagai pernyataan dan pemberitaan yang dinilai cenderung menyudutkan perusahaan, hingga ada dorongan agar kegiatan PT Aplus Pacific dihentikan maupun perusahaan ditutup. Padahal, lahan tersebut merupakan aset yang baru dibeli perusahaan dan seluruh prosesnya perlu diperiksa secara objektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat narasi yang berkembang semakin luas dan berpotensi merugikan nama baik serta kredibilitas klien kami. Pemberitaan yang ada cenderung tendensius, tidak berimbang, serta tidak didukung data dan landasan hukum yang jelas,” ujar Jimi Siregar, Rabu (18/9/2026).

Ia menegaskan, setiap keberatan atau dugaan pelanggaran seharusnya disampaikan melalui mekanisme hukum yang sah dan didukung bukti yang dapat diverifikasi, bukan melalui tekanan atau pembentukan opini.

“Kami memohon kepada aparat pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar memberikan perlindungan hukum kepada PT Aplus Pacific. Jangan sampai persoalan ini menjadi preseden buruk bagi iklim investasi di Kabupaten Lebak,” tambahnya.

Jimi juga mengungkapkan pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum jika tekanan yang merugikan klien terus berlanjut, termasuk kemungkinan melapor jika ditemukan bukti dugaan tindak pidana, antara lain pemerasan. Tersebut pula adanya informasi dugaan keterlibatan oknum guru berstatus ASN, namun hal itu dinilai masih perlu pembuktian lebih lanjut.

“Kami terbuka untuk bermusyawarah, duduk bersama mencari solusi. Tetapi jangan ada tekanan dalam prosesnya dan jangan pula menghakimi sebelum persoalan terbukti secara hukum,” tegasnya.

Sebagai pengacara yang telah menetap di Lebak selama 19 tahun, Jimi berharap pemerintah tetap bertindak tegak lurus. Setiap kebijakan yang diambil harus memiliki dasar hukum dan fakta yang jelas, serta memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan penjelasan.

Di sisi lain, PT Aplus Pacific menyatakan tetap menghormati kewenangan pemerintah dan APH, serta membuka ruang komunikasi dengan semua pihak. Seluruh tudingan yang muncul dipandang perlu dibuktikan melalui data, klarifikasi, dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dijadikan perang narasi di ruang publik.(Enggar)

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Kondusif, Rutan Kelas I Medan Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Massal dengan Hasil Negatif Narkoba
isasi PAUD Berkualitas Dorong Penguatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini di Kota Medan
Perkuat Keamanan, Lapas Sibolga Gandeng APH Laksanakan Razia Gabungan Kamar Hunian
Dinilai Tak Mampu Bangun Sinergi dengan Media, Ketua AJMI dan Pokja Media Online Minta Pangdam I/BB Evaluasi Kasi Media Online
Perkuat Deteksi Dini Kamtib, Lapas Kelas IIA Binjai Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine 150 WBP
Gelar Strategi Besar di Hotel Madani, Ketua Yayasan dan Dewan Pembina Universitas Battuta Kompak Dorong Transformasi
Sapa Masyarakat Pagi Ini, Pemuka Masyarakat Bang Fen Titip Doa dan Pesan Kebaikan
Umat Muslim Padati Masjid Jamik Kebun Bunga, Bukber Puasa Sunah Senin Berjalan Khidmat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:45 WIB

Nama Koh Beeng Disorot di Tengah Polemik Galian C Cimangkok, Apa Keterkaitannya

Jumat, 18 September 2026 - 21:47 WIB

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V, Wahyu Ferdian Tekankan Peran PKBM

Jumat, 18 September 2026 - 15:01 WIB

Polsek Adiwerna Bagikan 150 Ponggol Gratis Untuk Warga

Jumat, 18 September 2026 - 14:50 WIB

Polres Tegal Bersama BNN Dan Lapas Gelar Razia Serta Tes Urine

Kamis, 17 September 2026 - 22:41 WIB

Kamrussamad Gebrak UMKM Cianjur: Fintech Jangan Cuma Jadi Aplikasi, Harus Bantu Pelaku Usaha

Kamis, 17 September 2026 - 15:27 WIB

Penyidikan Kasus Penipuan Online Pig Butchering Selesai, 38 Tersangka Dilimpahkan ke JPU

Kamis, 17 September 2026 - 15:22 WIB

Jelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Tegal Ziarah Ke Taman Makam Pahlawan

Kamis, 17 September 2026 - 09:40 WIB

Kamrussamad Tegaskan Dana Desa Tak Boleh Sekadar Cair: Setiap Rupiah Harus Berdampak

Berita Terbaru