TEGAL //detikupdate.com— Pelaksanaan renovasi gedung SDN Sidakaton 02, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, yang menggunakan anggaran program revitalisasi anggaran APBN tahun 2026 menjadi sorotan warga dan pengamat. Proyek yang berlangsung ini diduga kuat menggunakan besi tulangan berukuran kecil, yaitu berdiameter 10 mm, serta tidak ditemukannya papan informasi proyek yang wajib dipasang sesuai ketentuan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis, 1 Oktober 2026, terlihat rangka bangunan yang sedang dikerjakan dengan besi tulangan yang terlihat relatif kecil. Selain itu, hingga saat ini tidak ada papan informasi yang memuat data proyek seperti nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, jangka waktu pelaksanaan, dan sumber dana.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya terkait kualitas bangunan yang sedang dibangun.
“Kami khawatir jika besi yang digunakan terlalu kecil, apakah bangunan ini akan kuat dan aman untuk jangka panjang? Apalagi ini gedung sekolah tempat anak-anak belajar setiap hari,” ujar warga.
Ketidakhadiran papan informasi proyek juga dinilai mencurigakan dan melanggar prinsip transparansi. Sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap lembaga atau instansi penyelenggara negara wajib memberikan akses informasi publik, termasuk informasi terkait proyek pembangunan yang menggunakan dana APBN/APBD. Papan informasi proyek merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi yang harus dipenuhi.
Sementara saat media detikupdate.com mencoba menanyakan ke salah satu mandor,
Saya bukan mandor saya hanya borong pekerja,di tanya siapa pemborongnya tidak tahu,sementara ada salah satu pemuda yang kebetulan ada di lokasi pekerjaan saat di tanya media siapa pelaksananya,orang tersebut tidak menjawab dan langsung meninggalkan media.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal maupun dinas terkait terkait dugaan penggunaan material yang dipertanyakan dan ketiadaan papan informasi tersebut. Warga meminta agar pihak berwenang segera melakukan pengecekan dan audit teknis untuk memastikan kualitas dan keamanan bangunan sekolah tersebut.
Reporter gofur






















