CIANJUR | DETIKUPDATE.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Pencanangan Komitmen Bersama Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Ballroom Horison Tulip Puncak Resort, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan yang digelar di Cianjur merupakan gelombang ketiga sekaligus gelombang terakhir pada hari pertama pelaksanaan pembekalan.
Kepala BPS Kabupaten Cianjur, Dadang Darmansyah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang mengharuskan BPS melaksanakan sensus ekonomi setiap 10 tahun sekali.
Baca juga: Harapan Sederhana Masripah di Balik Bantuan Wardoyo Pemkab Brebes
“Sensus Ekonomi di Indonesia telah dilaksanakan sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016. Adapun Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 merupakan sensus ekonomi yang kelima,” ujar Dadang.
Menurutnya, pelaksanaan SE2026 sangat penting untuk memperbarui informasi terkait struktur perekonomian berdasarkan skala usaha, wilayah, dan klasifikasi usaha yang terus mengalami perkembangan.
“Perubahan struktur ekonomi, pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis, serta perkembangan ekonomi digital selama 10 tahun terakhir perlu dimonitor dan diperbarui. Data yang akurat akan memberikan manfaat nyata dalam perencanaan pembangunan,” katanya.
Baca juga: Gerobak untuk Harapan, Sentuhan Nyata Lapas Cianjur di Hari Bakti
Dadang menambahkan, ketersediaan data ekonomi yang akurat dan terkini menjadi kebutuhan penting bagi pemerintah maupun para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, pendataan door to door SE2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga akhir Agustus 2026. Sebanyak 2.390 petugas lapangan, yang terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), akan diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.
“Keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada partisipasi para pelaku usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah, maupun besar, termasuk usaha konvensional, digital, dan online. Dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait juga sangat diperlukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Ahmad Rifai, yang hadir mewakili Bupati Cianjur, menyampaikan apresiasi kepada BPS atas inisiatif dan komitmennya dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang memiliki peran penting dalam menyediakan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan terpercaya. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, merencanakan pembangunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ahmad Rifai.
Ia menegaskan bahwa SE2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat basis data pembangunan Kabupaten Cianjur.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan sensus sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Saya juga mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data dan informasi yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha, BPS berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang berkualitas guna mendukung perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran di Kabupaten Cianjur maupun secara nasional.***
(Red)





















