Jakarta, 16 Juli 2026 – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna menyukseskan *Program Cek Kesehatan Gratis* sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui **Forum Diskusi Aktual (FDA) Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Tindak Lanjut Program Cek Kesehatan Gratis* yang diselenggarakan secara hybrid di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Forum dipimpin oleh *Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik BSKDN, Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si.* Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari pemerintah daerah, kementerian, akademisi, organisasi profesi, hingga pelaku usaha. Sebanyak *1.000 peserta* mengikuti forum melalui Zoom Meeting hingga kapasitas maksimal, selain ratusan peserta yang hadir langsung dan menyaksikan melalui YouTube Live.
Laporan pelaksanaan kegiatan tersebut disampaikan kepada *Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Yusharto Huntoyungo, M.Pd.*
Dalam laporannya, Dr. T.R. Fahsul Falah menegaskan bahwa Forum Diskusi Aktual merupakan ruang kolaborasi untuk memperkuat komunikasi kebijakan sekaligus menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat implementasi Program Cek Kesehatan Gratis di seluruh Indonesia.
*”Forum Diskusi Aktual ini menjadi wadah penguatan peran pemerintah daerah dalam mendukung tindak lanjut Program Cek Kesehatan Gratis melalui sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan,”* ujar Dr. T.R. Fahsul Falah.
Menurutnya, keberhasilan Program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Forum tersebut membahas berbagai strategi untuk memperkuat implementasi program, mulai dari sinkronisasi kebijakan, tata kelola pelayanan kesehatan primer, pemanfaatan inovasi digital, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan semakin efektif dan tepat sasaran.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga strategis, di antaranya *Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe, M.Si., Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan dr. Elvieda Sariwati, M.Epid., Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) III Fauzan Hasan, S.STP., M.Si., CEO Elektrik Rakyat Indonesia (ERI) M. Divo Kartono, CEO VRITIMES Ferry Bayu Nirwono, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Puji Winarti, S.KM., M.Kes., serta Perencana Ahli Madya Kementerian PPN/Bappenas Renova Gloria Montesori Siahaan, S.E., M.Sc.*
Berbagai masukan yang disampaikan narasumber menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah. Pemerintah daerah dinilai menjadi ujung tombak dalam memastikan Program Cek Kesehatan Gratis dapat diimplementasikan secara merata, efektif, dan berkelanjutan.
Forum yang berlangsung interaktif tersebut juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mendorong percepatan transformasi pelayanan kesehatan nasional.
Dengan tingginya partisipasi peserta dari seluruh Indonesia, Forum Diskusi Aktual BSKDN menunjukkan besarnya komitmen bersama dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, responsif, dan berkualitas. Melalui penguatan peran pemerintah daerah, *Program Cek Kesehatan Gratis* diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.






















