Nelayan Brebes Menanti Perubahan, Kampung Nelayan Merah Putih Diharapkan Tingkatkan Pendapatan

REDAKSI JAWA TENGAH

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026 - 18:03 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Brebes // detikupdate.com _ Bagi nelayan, kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ikan yang diperoleh saat melaut, tetapi juga oleh kemudahan menjual hasil tangkapan dengan harga yang layak. Harapan itulah yang kini disematkan masyarakat pesisir terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Krakahan dan Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Kehadiran fasilitas perikanan yang lebih memadai diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi nelayan.

Harapan tersebut mengemuka saat Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kedua desa tersebut, Jumat (6/11/2026). Dalam peninjauan itu, progres pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paramitha menjelaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih mencakup sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan, di antaranya Tempat Pelelangan Ikan (TPI), gudang penyimpanan perbekalan, serta pabrik es. Selain itu, pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan berupa fasilitas pendingin portabel dan pabrik es portabel.

“Tahun ini Brebes mendapatkan lima Kampung Nelayan Merah Putih. Insyaallah seluruhnya dapat diselesaikan pada 15 Desember. Mudah-mudahan tahun depan Brebes kembali mendapatkan tambahan 13 Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Paramitha.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah aktivitas nelayan, mulai dari proses pendaratan ikan hingga penyimpanan hasil tangkapan. Pemerintah daerah juga akan memperhatikan berbagai aspirasi nelayan, termasuk usulan perluasan TPI agar aktivitas pelelangan dapat berlangsung lebih nyaman dan memadai.

“Apa yang menjadi kebutuhan para nelayan tentu akan kami perhatikan dan dukung. Termasuk tadi ada aspirasi agar TPI bisa diperlebar. Jika perluasan tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah, akan kami tindak lanjuti sesuai kebutuhan,” katanya.

Paramitha berharap, keberadaan TPI yang lebih luas, sanitasi yang baik, produksi es secara mandiri, serta fasilitas penyimpanan yang memadai dapat membantu menjaga kualitas ikan sebelum dipasarkan. Dengan demikian, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai jual lebih baik dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

Harapan perubahan juga dirasakan langsung oleh nelayan Desa Krakahan. Ketua Nelayan Desa Krakahan, Rusianto, mengaku bersyukur dengan pembangunan tersebut karena kawasan yang sebelumnya terkesan kumuh kini mulai terlihat lebih rapi dan bersih. Meski demikian, ia berharap perubahan lingkungan tersebut juga diikuti peningkatan pendapatan nelayan, terutama melalui harga jual ikan yang lebih menguntungkan.

“Saya merasa bersyukur dan berterima kasih dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih. Jelas ada perubahan, yang tadinya kumuh sekarang sudah rapi dan bersih,” ungkap Rusianto.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang masih dihadapi nelayan adalah harga hasil tangkapan yang dilelang terkadang belum sesuai dengan harapan. Padahal, hasil melaut menjadi sumber utama penghidupan keluarga nelayan. Karena itu, ia berharap sistem pelelangan dapat memberikan nilai jual yang lebih maksimal.

“Harapan nelayan, harga hasil tangkapan bisa lebih maksimal. Mata pencaharian kami bergantung pada hasil melaut. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan ini, penghasilan nelayan bisa meningkat sehingga kehidupan kami lebih sejahtera,” tuturnya.

Selain persoalan harga ikan, Rusianto juga menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana lain yang masih diperlukan nelayan Krakahan, seperti fasilitas rambatan perahu dan dok atau tempat perlintasan perahu. Ia berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian dinas maupun pihak terkait agar pembangunan kawasan benar-benar menjawab kebutuhan nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Tasmin, salah seorang nelayan Desa Pengaradan, juga menaruh harapan besar terhadap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih. Saat peninjauan berlangsung, ia tengah memperbaiki perahunya sehingga hampir setengah bulan belum dapat melaut karena cuaca kurang memungkinkan. Di tengah kondisi tersebut, ia berharap pembangunan kawasan pesisir dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan.

“Mudah-mudahan semuanya bisa lancar. Kami berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini bisa membawa perubahan dan manfaat bagi nelayan,” kata Tasmin.

Tasmin juga menyampaikan aspirasi agar fasilitas kongsi atau tempat pelelangan ikan yang selama ini tidak beroperasi dapat kembali difungsikan. Menurutnya, aktivitas pelelangan yang terhenti membuat kegiatan ekonomi nelayan di kawasan tersebut belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Kalau bisa, masalah kongsi itu difungsikan kembali. Selama ini sudah tidak berjalan dan tidak ada pemasukan dari kegiatan lelang,” ujarnya.

Adapun pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dilaksanakan oleh CV Alkomber Karya, di Desa Krakahan dengan nilai kontrak sebesar Rp1.161.092.998. Sementara pembangunan di Desa Pengaradan tercatat memiliki nilai kontrak sebesar Rp2.300.767.437.

Melalui pembangunan tersebut, nelayan berharap kawasan pesisir tidak hanya menjadi lebih bersih dan tertata, tetapi juga mampu memberikan kemudahan dalam bekerja, meningkatkan kualitas hasil tangkapan, serta memperbaiki nilai jual ikan. Sebab, bagi masyarakat nelayan, keberhasilan pembangunan pada akhirnya diharapkan dapat dirasakan melalui peningkatan pendapatan dan kehidupan keluarga yang lebih sejahtera.( Gofur )

Berita Terkait

250 Ibu Hamil di Brebes Dapat Layanan USG dan Pemeriksaan Gratis dari RS Bhakti Asih
Dukung Green Policing, Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Kawasan Pesisir Pantai Randusanga
Bupati Brebes Serahkan 100 Paket Sembako, Sekaligus Dengarkan Aspirasi Warga Jatibarang Lor
Bupati Paramitha: Tidak Boleh Ada Anak Brebes yang Putus Sekolah karena Masalah Ekonomi
Warga Brebes Korban TPPO Jaringan Internasional Jalani Sidang, LPSK Beri Titik Terang Pengembalian Kerugian
Pernah Terjaring Razia Satpol PP di Tegal, Seniman Badut Ini Hijrah Cari Nafkah di Brebes
Satpol PP Brebes Gencarkan Razia Baliho dan Spanduk Ilegal untuk Dongkrak PAD
Menko Muhaimin: Kopi Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:08 WIB

250 Ibu Hamil di Brebes Dapat Layanan USG dan Pemeriksaan Gratis dari RS Bhakti Asih

Jumat, 6 November 2026 - 18:03 WIB

Nelayan Brebes Menanti Perubahan, Kampung Nelayan Merah Putih Diharapkan Tingkatkan Pendapatan

Kamis, 5 November 2026 - 18:46 WIB

Bupati Brebes Serahkan 100 Paket Sembako, Sekaligus Dengarkan Aspirasi Warga Jatibarang Lor

Kamis, 5 November 2026 - 18:38 WIB

Bupati Paramitha: Tidak Boleh Ada Anak Brebes yang Putus Sekolah karena Masalah Ekonomi

Kamis, 5 November 2026 - 08:17 WIB

Warga Brebes Korban TPPO Jaringan Internasional Jalani Sidang, LPSK Beri Titik Terang Pengembalian Kerugian

Rabu, 4 November 2026 - 06:03 WIB

Pernah Terjaring Razia Satpol PP di Tegal, Seniman Badut Ini Hijrah Cari Nafkah di Brebes

Rabu, 4 November 2026 - 05:58 WIB

Satpol PP Brebes Gencarkan Razia Baliho dan Spanduk Ilegal untuk Dongkrak PAD

Selasa, 3 November 2026 - 18:55 WIB

Menko Muhaimin: Kopi Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru