Kutacane – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I langsung mengambil langkah cepat setelah banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara. Pada Jumat, 20 September 2026, alat berat dikerahkan untuk membersihkan tumpukan material kayu yang menyumbat Bawah Jembatan Kerangka Baja Pulolatong di Sungai Lawe Bulan. Upaya ini dilakukan guna memastikan arus sungai kembali lancar sekaligus meminimalkan risiko banjir susulan yang mengancam pemukiman dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Kepala BWS Sumatera I, Asyari, menegaskan kepada wartawan di sela-sela peninjauan bahwa aksi pembersihan ini merupakan langkah tanggap darurat untuk mempercepat pemulihan pascabanjir. Ia menjelaskan, tumpukan kayu bekas banjir yang tersangkut di bawah jembatan terbukti menjadi penghambat aliran sungai, sehingga jika tidak segera diatasi, berpotensi memperburuk kondisi lingkungan sekitar dan memperbesar ancaman banjir susulan.

Pengerahan alat berat merupakan bentuk kesigapan pemerintah dalam mengatasi dampak langsung bencana. Petugas BWS di lapangan terus siaga melakukan pemantauan dan penanganan secara bertahap, mengikuti perkembangan dan kebutuhan di lapangan. Prioritas utama dalam operasi ini adalah mengutamakan keselamatan warga dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat yang selama ini terhambat akibat meluapnya sungai.

Penanganan yang bersifat darurat ini juga bertujuan mengurangi dampak jangka panjang terhadap akses transportasi di Aceh Tenggara yang terancam lumpuh akibat material banjir. BWS Sumatera I memastikan, setiap proses pengerjaan dilaksanakan secara terukur dan berkoordinasi dengan aparat daerah setempat. Dengan cara ini, diharapkan aktivitas warga, khususnya yang bergantung pada jalur Sungai Lawe Bulan sebagai akses perlintasan utama, bisa kembali pulih dan berjalan normal.
Upaya sigap seperti ini sekaligus menjadi penegasan pentingnya kolaborasi antara lembaga teknis dan pemerintah daerah dalam mencegah serta menanggulangi bencana alam di wilayah rawan. Peristiwa banjir di Aceh Tenggara menjadi pengingat bahwa penanganan sumber daya air dan peringatan dini merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi nasional menghadapi cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang semakin nyata.
Laporan : Deni Affaldi





















