KUTACANE – Proyek rehabilitasi pagar dan plank nama Kantor Bupati Aceh Tenggara menuai dukungan dari Komisi C DPRK Aceh Tenggara. Anggota Komisi C, Mirza Al Mahbubi, menyatakan bahwa langkah ini sudah tepat sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang menginginkan wajah kantor pemerintahan tampil lebih terbuka dan menarik.
Selama ini, pagar dan plank nama yang terlalu tinggi dianggap membuat Kantor Bupati Aceh Tenggara terkesan tertutup. Kondisi tersebut kerap menjadi keluhan warga, terutama ketika pengunjung dari luar daerah ingin melihat langsung identitas pusat pemerintahan di ibu kota Kutacane. Mirza menyebut, desain baru yang mengusung corak khas Tanah Alas Metuah telah menambah nilai estetika dan memberikan nuansa berbeda di kawasan tersebut.
Proyek ini dinilai tidak hanya memperindah tampilan kantor bupati, tetapi juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan ruang publik. Mirza berharap fasilitas penunjang seperti taman selfie, pencahayaan yang memadai, serta jaringan WiFi gratis dapat segera direalisasikan. Tujuannya, agar area tersebut menjadi tempat berkumpulnya anak muda sekaligus sarana promosi keunggulan potensi daerah seperti wisata Sungai Alas dan kawasan Ketambe.
Menurut Mirza, desain yang kini lebih terbuka dan ramah pengunjung merupakan langkah strategis untuk mengangkat citra Aceh Tenggara, memperkenalkan keindahan alam setempat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. Pemerintah pun diharapkan terus melakukan inovasi untuk memastikan pembangunan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Laporan Deni Affaldi






















