Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 13:42 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerja sama tekstil Indonesia India memasuki babak baru transformasi industri di tengah tekanan global. Upaya memperkuat industri tekstil nasional kini tidak hanya digerakkan oleh pelaku industri, tetapi juga didukung langsung oleh diplomasi antarnegara. Sebuah forum bisnis strategis yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama India ITME Society dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Bandung pada Senin (13/4/2026) lalu ini menjadi titik temu penting bagi kolaborasi kedua negara.

Acara yang dikemas dalam Business Networking Event ini mempertemukan delegasi industri tekstil India dengan puluhan perusahaan tekstil dan rekayasa tekstil Indonesia. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penjajakan kerja sama, tetapi juga sebagai ruang diskusi strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan besarnya potensi sektor ini dalam memperkuat hubungan kedua negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sektor tekstil memiliki potensi yang sangat besar untuk memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia. Kerangka seperti AITIGA dapat menjadi pendorong utama bagi peningkatan kolaborasi bilateral di bidang ini,” ujarnya.

Kolaborasi Industri sebagai Jawaban atas Tekanan Global

Di tengah meningkatnya tekanan global seperti lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok, kemitraan antara Indonesia dan India menjadi semakin relevan. Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara kekuatan manufaktur kedua negara.

Ketua India ITME Society, Ketan Sanghvi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kombinasi strategis yang saling melengkapi.

“India memiliki basis manufaktur mesin tekstil yang kuat di berbagai segmen, mulai dari spinning, weaving hingga processing. Sementara Indonesia memiliki pengalaman manufaktur serta pasar yang besar. Ini adalah kombinasi kekuatan yang akan menciptakan win-win solution bagi kedua negara,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut adanya inovasi dan modernisasi industri.

“Kolaborasi ini menjadi kunci menghadapi tekanan biaya energi, disrupsi rantai pasok, serta kebutuhan akan mesin hemat energi dan berteknologi tinggi. Kemitraan strategis akan menjadi fondasi pertumbuhan industri tekstil masa depan,” tambahnya.

Dorongan Modernisasi dan Efisiensi Industri Nasional

Dari sisi Indonesia, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, melihat kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan produktivitas industri tekstil nasional melalui adopsi teknologi baru.

“Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerja sama ini untuk saling belajar dan berkolaborasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemajuan India dalam industri permesinan tekstil menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mendorong efisiensi dan produktivitas.

“India saat ini cukup maju dalam industri permesinan tekstil, sehingga produktivitasnya tinggi. Kami berharap anggota API dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri,” ujarnya.

Selain itu, Jemmy juga menegaskan bahwa pelaku industri tekstil Indonesia tengah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk efisiensi energi dan transformasi teknologi sebagai respons terhadap dinamika global.

Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Tenaga Kerja

Meski transformasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak, forum ini juga menekankan pentingnya menjaga karakter industri tekstil sebagai sektor padat karya.

Jemmy menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tidak boleh mengorbankan lapangan kerja.

“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent,” tegasnya.

Ia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dalam proses transformasi industri.

“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja juga tetap menjadi prioritas. Transformasi harus berjalan seimbang,” tambahnya.

Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi lain, tantangan global seperti kenaikan harga energi masih menjadi perhatian utama. Ketan Sanghvi mengakui bahwa lonjakan harga minyak mentah telah berdampak pada biaya produksi tekstil, terutama melalui kenaikan harga bahan baku sintetis.

“Harga minyak mentah meningkat, sehingga berdampak pada harga serat sintetis dan biaya produksi. Ini tentu menjadi tantangan bagi industri,” jelasnya.

Namun demikian, ia tetap optimistis bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.

Diplomasi Ekonomi sebagai Penggerak Industri Masa Depan

Keterlibatan Kedutaan Besar India dalam forum ini menunjukkan bahwa kerja sama industri kini semakin terintegrasi dengan diplomasi ekonomi. Selain memperkuat hubungan bilateral, forum ini juga membuka peluang investasi dan transfer teknologi yang lebih luas.

Indonesia bahkan diundang untuk berpartisipasi dalam Bharat Tex 2026, sebuah ajang tekstil berskala global yang menjadi etalase inovasi dan kolaborasi industri.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional, kolaborasi Indonesia–India di sektor tekstil diharapkan tidak hanya mampu menghadapi tantangan global, tetapi juga mendorong transformasi menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat dunia.

Berita Terkait

Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya
KAI Daop 2 Bandung Ingatkan Pelanggan Datang Lebih Awal, Khusus Stasiun Bandung, Kiaracondong, dan Cimahi Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Keberangkatan
Penyebab dan Cara Atasi Jamur Pada Kucing
Makanan yang Bagus untuk Imunitas Kucing
India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS
Mulia Box Luncurkan Koleksi Ramadhan 2026: Solusi Kemasan Premium Low-MOQ untuk UMKM
Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia
Stasiun Bandung Tingkatkan Pelayanan, Akses Penumpang KA Feeder Whoosh Dipusatkan ke Sisi Utara Stasiun

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:08 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon Melaksanakan Puldata Ter di Kantor Desa di Wilayah Desa Binaan

Selasa, 14 April 2026 - 19:46 WIB

Pengadilan Negeri Blangkejeren Diuji Integritasnya, Rabusin Tekankan Fakta Hukum dalam Perkara Agraria

Minggu, 12 April 2026 - 23:28 WIB

Sawah Warga Terdampak Akibat Tanggul Jebol, Kadis Pertanian Gayo Lues Gerak Cepat Tinjau Lokasi

Jumat, 10 April 2026 - 14:04 WIB

Gotong Royong Lawan Longsor, Babinsa dan Warga Tingkem Bersatu Pulihkan Jalan

Jumat, 10 April 2026 - 14:00 WIB

Babinsa 08/Blangpegayon Melaksanakan Puldata Ter di Kantor Desa di Wilayah Desa Binaan

Kamis, 9 April 2026 - 15:20 WIB

Kadis Pertanian Gayo Lues Tinjau Lokasi Optimalisasi Lahan di Dabun Gelang

Kamis, 9 April 2026 - 12:47 WIB

Menjalin Silaturahmi, Babinsa Komsos Bersama Warga Binaan

Kamis, 9 April 2026 - 07:34 WIB

​Sungai Pining dan Pertik Meluap, Satu Rumah Warga di Gayo Lues Terpaksa Dibongkar

Berita Terbaru