BREBES //detikupdate.com – Aksi kekerasan jalanan atau tawuran antar kelompok remaja kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Brebes. Seorang remaja berusia 16 tahun dilaporkan tewas mengenaskan setelah terkena sabetan senjata tajam (sajam) dalam bentrokan yang terjadi di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Wanasari pada Senin (30/03/2026).
Korban diketahui berinisial RA (16), seorang pelajar asal Desa Karangsari RT 02/RW 03, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat dilarikan ke fasilitas medis terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya.
Kronologi Singkat
Peristiwa berdarah ini menambah daftar panjang aksi tawuran di wilayah hukum Polres Brebes. Belum kering ingatan masyarakat akan kejadian serupa di Desa Cimohong beberapa waktu lalu, kini lokasi Jalingkut Wanasari menjadi saksi bisu hilangnya nyawa seorang remaja.

Pihak kepolisian dari Polres Brebes bersama Polsek Bulakamba bergerak cepat melakukan evakuasi dan pendampingan menggunakan unit Ambulance Puskesmas Bulakamba untuk membawa jenazah korban.
Respon Tokoh Masyarakat
Kejadian yang terus berulang ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Tokoh Masyarakat Pantura, Mbah Anton, secara tegas menyampaikan keprihatinannya sekaligus mendesak aparat penegak hukum untuk tidak memberi ampun kepada para pelaku.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Brebes. Namun, kami meminta agar para pelaku ditindak tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Tawuran ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja, ini sudah kriminalitas yang menghilangkan nyawa dan sangat meresahkan warga,” ujar Mbah Anton dalam keterangannya.
Darurat Kenakalan Remaja
Aksi tawuran di wilayah Brebes kian mengkhawatirkan karena rata-rata pelaku dan korban masih berada di usia sekolah. Senjata tajam berbagai jenis seringkali ditemukan di lokasi kejadian, menunjukkan adanya persiapan sebelum bentrokan terjadi.
Masyarakat berharap adanya peningkatan patroli di titik-titik rawan seperti Jalingkut, terutama pada jam-jam rawan malam hari. Selain itu, peran aktif orang tua dan sekolah sangat diharapkan untuk memantau aktivitas anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam lingkaran kelompok yang menyimpang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor Brebes masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan pengejaran terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam bentrokan maut tersebut.( Gofur )





















