CIANJUR – Suasana di ruang kelas SDN Karya Bhakti, Kecamatan Cipanas, mendadak riuh dengan rasa syukur dan haru pada Jumat pagi (9/1/2026). Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Golkar, H. Lukmanul Hakim, hadir dengan agenda tegas: memastikan bantuan pendidikan sampai ke tangan yang tepat untuk memutus rantai putus sekolah di wilayah tersebut.
Kehadiran Lukmanul Hakim tidak sekadar seremonial. Dengan nada bicara yang lugas dan penuh komitmen, ia menyerahkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi kepada 400 siswa-siswi. Angka ini tercatat sebagai salah satu kuota terbesar bagi tingkat sekolah dasar di wilayah Cianjur.
Ketegasan Melawan Angka Putus Sekolah (ATS)
Dalam orasinya di hadapan orang tua siswa, Lukmanul Hakim menekankan bahwa pendidikan bukan pilihan, melainkan hak yang harus diperjuangkan. Ia menyoroti fenomena Angka Putus Sekolah (ATS) di Cianjur yang masih menjadi raport merah yang harus segera dibenahi.
“Saya berdiri di sini bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tapi menjalankan kewajiban saya sebagai wakil rakyat Dapil 3. Kita tidak boleh membiarkan faktor ekonomi memutus mimpi anak-anak kita. Masalah ATS adalah persoalan serius, dan ini adalah langkah nyata saya untuk menjawab tantangan tersebut,” tegas Lukmanul dengan penuh wibawa.
Ia menambahkan bahwa tahun ini dirinya mengawal total 3.000 beasiswa yang disebar di 27 sekolah dasar. “Saya ingin memastikan, tidak boleh ada lagi anak di Cipanas yang berhenti sekolah hanya karena orang tuanya tidak mampu membeli buku atau seragam. Ini komitmen saya!” tambahnya disambut tepuk tangan riuh.
Di sisi lain, ketegasan sang legislator dibalas dengan pancaran kebahagiaan dari ratusan orang tua siswa. Banyak di antaranya yang tidak mampu menyembunyikan rasa lega karena beban biaya pendidikan mereka diringankan.
Kepala Desa Cipanas, H. Agus Syahputra, yang mendampingi kunjungan tersebut, mengaku bangga atas perhatian besar bagi warganya. “Ini adalah kebanggaan bagi Desa Cipanas. Kami melihat sendiri bagaimana Kang Haji Lukman berjuang. Kebahagiaan warga kami hari ini adalah bukti bahwa aspirasi masyarakat benar-benar didengar dan diwujudkan,” ungkap Kades Agus.
Senyum sumringah juga terpancar dari wajah Kepala SDN Karya Bhakti, Mia Ries Nina Andika. Ia melihat bantuan ini sebagai suntikan motivasi bagi anak didiknya. “Melihat anak-anak kembali semangat dan orang tua tersenyum bahagia adalah pemandangan luar biasa bagi kami para pendidik,” ujarnya.





















