Cianjur – Udara pagi di Lapangan SMKN 1 Pacet seakan menjadi saksi lahirnya generasi baru. Di bawah tema “Jadilah Generasi Pancawaluya, Cager Jiwanya, Bager Bhatinnya, Bener Prilakunya, Pinter Pikirannya, dan Seger dalam Berkarya”, sekolah ini menggelar sesi terakhir pengukuhan Pendidikan Karakter Panca Waluya, Sabtu (29/11/2025). Bupati Cianjur, dr. Wahyu, hadir langsung, seolah memberi restu pada langkah para siswa yang tengah ditempa.
Panca Waluya sendiri adalah gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. sebuah konsep pendidikan karakter bersandar pada filosofi Sunda yang mematri lima pilar: sehat, baik, benar, pintar, dan terampil. Sebuah upaya mengukir generasi muda yang tak hanya kuat jasmani, tetapi juga jernih hati dan tajam pikirannya.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Tegoeh Purwa Utana, S.Pd., M.Pd., menggambarkan program ini sebagai tempaan yang sudah menjadi tradisi.
“Setiap tahun kami melaksanakan Panca Waluya. Tahun ini kami perkuat dengan pelatihan tanggap bencana. Hasilnya luar biasa,” ujarnya.
Sebanyak 667 siswa ikut ditempa, dibimbing hampir 800 panitia, dengan pelatihan dipandu Yon Armed 5 Pancagiri selama sepuluh hari penuh, ibarat sepuluh malam yang menempa besi menjadi baja.
Tegoeh menambahkan, ia berharap Panca Waluya menjadi suluh bagi Jawa Barat dalam melahirkan generasi berkarakter, bukan hanya kuat raganya tetapi juga tegak akhlak dan mentalnya.
Di hadapan ratusan siswa, Bupati Cianjur dr. Wahyu menyampaikan apresiasi. Ia menilai disiplin serta sopan santun para peserta tampak jelas berubah setelah mengikuti pembinaan.
“Saya bangga. Semoga ini menjadi kebiasaan baik yang menular ke lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dari lapangan sekolah itu, seolah tampak jelas: bibit generasi Panca Waluya telah ditanam. Tinggal menunggu waktu, sampai mereka tumbuh menjadi pohon-pohon yang memberi manfaat bagi daerah dan bangsanya.
(Rst)





















