KUTACANE | Pemilihan Pengulu Kute secara serentak di Kabupaten Aceh Tenggara tahun ini menjadi momentum demokrasi yang dinanti masyarakat, termasuk di Kute Kutacane, Kecamatan Babussalam. Salah satu figur yang maju pada kontestasi tersebut adalah H. Ali Amran Selian, S.E., dengan tawaran visi pelayanan publik yang mudah, aman, damai, dan sejahtera. Ia secara resmi mendeklarasikan pencalonan pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Ali Amran dikenal masyarakat sebagai sosok yang menonjolkan prinsip “Tidak Mempersulit Segala Urusan Masyarakat.” Slogan ini tak sekadar menjadi hiasan kampanye, melainkan ia tekankan sebagai landasan utama pembangunan pemerintahan kute yang responsif dan berpihak pada kebutuhan warga. Dalam pertemuan bersama tokoh dan masyarakat, ia menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berbelit-belit dan harus dijalankan dengan komunikasi yang terbuka serta semangat gotong royong.
Pelayanan administrasi, urusan sosial, hingga hubungan komunikasi antara aparat kute dan masyarakat, menurut Ali Amran, harus berjalan dengan baik, transparan, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Ali Amran juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan arah kepemimpinan melalui pilihan yang rasional dan penuh pertimbangan. Baginya, kualitas pemimpin tidak semata diukur dari janji, melainkan komitmen untuk mendengar, melayani dengan adil, serta menegakkan amanah kepemimpinan.
Dalam suasana menjelang pemilihan, harapan terhadap pelayanan yang mudah dan tidak berbelit menjadi isu kunci. Masyarakat diingatkan untuk cermat menelaah visi dan program kerja setiap calon, serta mengedepankan nilai integritas sebelum menentukan pilihan. Warga kute juga mengharapkan proses demokrasi berjalan damai, mengingat pemilihan pengulu adalah pijakan awal untuk memperkuat semangat kebersamaan dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan lokal secara bijak.
Kontestasi pengulu tahun ini diharapkan tidak hanya tentang menentukan siapa yang layak menduduki jabatan, tetapi tentang memilih sosok yang mau terlibat aktif, mendengarkan setiap aspirasi, dan mampu bekerja demi kepentingan semua kalangan. Kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat—demikian Ali Amran menutup paparannya—berarti memahami kebutuhan riil warga, menjaga keterbukaan, dan mampu menyalurkan bantuan serta pelayanan yang efektif.
Melalui pencalonan H. Ali Amran Selian, masyarakat Kutacane kini dihadapkan pada pilihan: apakah mereka menginginkan perubahan dalam pelayanan yang lebih mudah, aman, serta membawa kesejahteraan nyata. Pada akhirnya, keputusan berada di tangan masyarakat. Suara mereka menentukan arah pemerintahan kute, dan pengulu terpilih diharapkan mampu menjadi pengayom yang selalu membuka diri untuk mendengar, serta siap bekerja demi kemajuan seluruh warga.
Laporan : Deni Affaldi



















