Istri Dominasi Gugatan, Angka Perceraian di Kabupaten Brebes Capai 4.552 Kasus

ABDUL GHOFUR

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 07:41 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BREBES//detikupdate.com  – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Brebes Kelas 1B mencatat tren perkara perceraian yang cukup tinggi sepanjang tahun ini 15 September 2026]. Berdasarkan data yang dihimpun hingga September 2026, total laporan perkara perceraian yang diterima oleh PA Brebes telah mencapai 4.552 kasus.

Data resmi tersebut merujuk pada laporan Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Brebes, Rusdiana, S.Ag., M.H., serta dirangkum melalui Panitera Cholisoh Dzikry, S.H., M.H., dan Sudan Sulistyo, S.H. (Panitera Pengadilan Tinggi Semarang yang bertugas di PA Brebes).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total 4.552 perkara yang masuk, kasus cerai gugat (gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak istri) mendominasi secara signifikan dibandingkan dengan cerai talak (permohonan cerai dari pihak suami).

Berikut adalah rincian detail laporan perkara perceraian yang diterima PA Brebes hingga September 2026:

Cerai Gugat: 3.665 perkara

Cerai Talak: 887 perkara

Total Perkara: 4.552 perkara

Rekapitulasi Penyelesaian Perkara

Selain data penerimaan kasus perceraian, pihak PA Brebes juga melaporkan perkembangan status penyelesaian perkara. Tercatat total akumulasi hari perkara yang diproses mencapai 1.015 perkara dengan rincian putusan dan status sebagai berikut:

Dikabulkan: 247 perkara

Dicabut: 47 perkara

Tidak Diterima: 4 perkara

Ditolak: 2 perkara

Digugurkan: 2 perkara

Tingginya angka cerai gugat ini memperlihatkan fenomena sosial di mana mayoritas inisiatif perceraian di Kabupaten Brebes datang dari pihak istri. Pihak Pengadilan Agama terus berupaya memproses dan menyelesaikan ribuan perkara yang masuk ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pernyataan bahwa dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Brebes sampai September 2026 sebanyak 149 perkara memiliki dua arti penting yang bisa ditinjau dari sisi hukum dan kondisi sosial:

1. Arti Hukum (Definisi Prosedur)

Angka 149 tersebut menunjukkan bahwa hingga September 2026, terdapat 149 permohonan izin resmi yang diajukan oleh orang tua agar anak mereka yang berusia di bawah 19 tahun tetap bisa menikah secara sah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, batas usia minimal untuk menikah bagi laki-laki maupun perempuan adalah 19 tahun. Jika ada calon mempelai yang belum mencapai usia tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) tidak boleh mencatat pernikahan mereka, kecuali jika pihak keluarga telah mengantongi surat izin tertulis (penetapan) berupa Dispensasi Kawin dari Pengadilan Agama.

2. Arti Sosial dan Kondisi Lapangan

Dari sudut pandang sosial dan statistik daerah, angka 149 perkara ini mencerminkan beberapa kondisi:

Tingginya Angka Pernikahan Dini: Angka ini menjadi indikator langsung bahwa praktik pernikahan anak atau pernikahan usia dini masih cukup marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Brebes selama tahun berjalan.

Adanya Alasan Mendesak: Permohonan dispensasi kawin ke pengadilan umumnya baru diajukan apabila terdapat situasi yang sangat mendesak atau memaksa. Berdasarkan pola perkara di Pengadilan Agama, alasan mendesak ini biasanya meliputi kehamilan di luar nikah, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan bebas, atau faktor ekonomi dan tekanan adat/keluarga.

Kepatuhan Hukum Perkawinan: Di sisi lain, angka ini juga menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai memahami jalur hukum formal. Alih-alih melakukan nikah siri (tidak tercatat), 149 keluarga tersebut memilih menempuh jalur resmi ke SIPP PA Brebes agar status pernikahan anak mereka diakui oleh negara.

 

Reporter Teguh

Berita Terkait

Kamrussamad Tegaskan Dana Desa Tak Boleh Sekadar Cair: Setiap Rupiah Harus Berdampak
6 Bulan Memimpin, Kepala SMKN 1 Tonjong Terus Pacu Prestasi Hingga Tingkat Provinsi
H.Kamrussamad Ingatkan Warga Cianjur: Pinjol Mudah Diakses, Risikonya Jangan Diabaikan
Mengolah MBG: Antara Sorotan dan Harapan Generasi Indonesia
Kesehatan Gratis Jangan Sekedar Program Seremonial, Pemkab Brebes di Dorong Perkuat Jaminan Kesehatan Warga
Polantas Polres Tegal Gelar Bakti Sosial Sambut HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71
Polsek Tarub Edukasi Warga Cegah Kebakaran di Sekitar Tol
Sat Samapta Polres Brebes Quick Response Padamkan Api di Bawah Jembatan Kaligangsa

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:40 WIB

Kamrussamad Tegaskan Dana Desa Tak Boleh Sekadar Cair: Setiap Rupiah Harus Berdampak

Kamis, 17 September 2026 - 08:40 WIB

6 Bulan Memimpin, Kepala SMKN 1 Tonjong Terus Pacu Prestasi Hingga Tingkat Provinsi

Rabu, 16 September 2026 - 20:18 WIB

Mengolah MBG: Antara Sorotan dan Harapan Generasi Indonesia

Rabu, 16 September 2026 - 13:42 WIB

Kesehatan Gratis Jangan Sekedar Program Seremonial, Pemkab Brebes di Dorong Perkuat Jaminan Kesehatan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 12:21 WIB

Polantas Polres Tegal Gelar Bakti Sosial Sambut HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71

Rabu, 16 September 2026 - 12:13 WIB

Polsek Tarub Edukasi Warga Cegah Kebakaran di Sekitar Tol

Rabu, 16 September 2026 - 12:09 WIB

Sat Samapta Polres Brebes Quick Response Padamkan Api di Bawah Jembatan Kaligangsa

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Satlantas Polres Tegal Patroli Siang Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas Ruas Tol KM 285 Jalur A,

Berita Terbaru