CIANJUR – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menjadi momentum penting bagi tokoh masyarakat setempat untuk mengingatkan peran orang tua dalam pengawasan anak.
Acara yang digelar di Masjid Jami Nurul Ihsan pada Jumat malam (16/1/2026) ini menghadirkan penceramah kondang asal Cianjur, Misfalah Yusuf, Lc.

Ketua DKM Masjid Nurul Ihsan, H. Jaimin, dalam sambutannya menyampaikan pesan tegas kepada para orang tua. Ia meminta warga Ciguntur untuk memperketat pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler (HP) pada anak-anak.
“Saya berharap banyak untuk orang tua di Ciguntur agar secara ketat menjaga anak-anak kita dari ketergantungan ‘penyakit’ main handphone,” ujar Jaimin.
Menurut Jaimin, dampak buruk gawai tidak bisa dipungkiri. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab anak malas belajar, enggan melaksanakan salat, hingga berani melawan nasihat orang tua.
“Rusaknya generasi muda sekarang ini akibat kecanduan main handphone yang berlebihan dan tidak terkontrol. Bahkan ada suara sumbang di luar, banyak gambar kurang bagus untuk dikonsumsi anak di bawah usia,” tegasnya.
Ia pun menyinggung kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang pelajar SD dan SMP membawa HP ke sekolah mulai tahun 2025 demi fokus belajar dan prestasi siswa.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Misfalah Yusuf mengajak ratusan jemaah untuk meneladani sifat rendah hati Nabi Muhammad SAW dan senantiasa menjaga salat berjemaah. Acara ditutup dengan lantunan selawat iringan grup hadroh Manbaul Huda Golibah dari Cipanas
(Rst/TB)





















