Cianjur – Pemerintahan Desa Mulyasari melaksanakan progres pengecoran jalan di Kampung Gunung Siang, Catrawayang RT 07/ RW 04 dengan volume 435 x 3 x 0,15 meter. Pekerjaan tersebut menggunakan Dana Desa tahap II (dua) dengan dan sebesar Rp. 288.405.000,’ dan dikerjakan pada Senin (28/10/2025).
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga melalui pesan singkat WhatsApp, muncul dugaan kuat bahwa proses pengecoran tidak sesuai dengan perencanaan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sebelumnya, pada Minggu (19/10/2025), kegiatan pengecoran dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Desa Mulyasari sebagai simbol dimulainya pekerjaan. Dalam kegiatan itu, digunakan semen bermerek Tiga Roda sebagai bahan utama, yang disaksikan langsung oleh warga sekitar.
Namun, harapan warga agar jalan yang dibangun memiliki kualitas baik dan tahan lama mulai dipertanyakan. Pasalnya, saat proses pengecoran berlangsung, bahan semen yang digunakan justru berbeda dari yang dijanjikan. Warga menemukan bahwa semen yang dipakai berganti menjadi merek SCC.
Perbedaan merek semen tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga terkait transparansi dan kesesuaian pelaksanaan pembangunan dengan RAB.
“Waktu peletakan batu pertama pakai Tiga Roda, tapi pas pengecoran berubah jadi SCC. Kenapa bisa beda dengan yang direncanakan?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pihak desa dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai perubahan material tersebut agar tidak menimbulkan dugaan negatif di masyarakat.
Bahkan, sejumlah warga berencana mendatangi kantor Pemerintah Desa Mulyasari pada Rabu mendatang untuk meminta klarifikasi langsung terkait perbedaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Desa Mulyasari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(Tim)





















