Jalan Tembus Muara Situlen-Gelombang Dikebut, Pemerintah Aceh Siapkan Anggaran Rp 80 Miliar

DETIK UPDATE

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 14:04 WIB

50387 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Pemerintah Aceh terus berupaya membuka keterisolasian wilayah-wilayah pedalaman, termasuk di Aceh Tenggara. Salah satu proyek strategis yang kini jadi prioritas adalah pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Muara Situlen, Aceh Tenggara, dengan Gelombang, Kota Subulussalam.

Jalur ini bakal dibangun dengan total anggaran sebesar Rp 80 miliar yang akan dialokasikan dalam dua tahun anggaran ke depan, mulai 2026.

Pembangunan ruas jalan ini digagas sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah. Proyek ini disebut bukan sekadar penghubung antardaerah, tapi juga jadi langkah konkret dalam memberantas ketertinggalan wilayah serta mendukung perekonomian masyarakat pedalaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua DPR Aceh Dapil 8 (Aceh Tenggara–Gayo Lues), Ali Basrah, mengatakan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di Kecamatan Leuser yang selama ini sulit memasarkan hasil panen akibat minimnya infrastruktur.

“Jalan ini sudah lama diperjuangkan. Masyarakat berharap ada jalan yang memudahkan akses, terutama bagi petani yang selama ini kesulitan menjual hasil pertaniannya seperti kemiri, jagung, dan sawit,” kata Ali Basrah saat ditemui di Kutacane, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, keterbatasan akses jalan telah lama menjadi persoalan utama masyarakat di pedalaman Aceh Tenggara. Tak sedikit petani yang harus mengeluarkan biaya besar untuk sekadar membawa hasil kebun ke pasar kecamatan. Dengan dibukanya jalan Muara Situlen-Gelombang, warga diharapkan dapat lebih mudah mengakses pasar dan fasilitas publik lainnya.

Pembangunan jalan ini juga dianggap sebagai peluang untuk membuka potensi sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata.

“Kalau akses terbuka, pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, anak-anak juga lebih mudah ke sekolah. Bahkan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal akan terbantu. Jadi dampaknya luas, tidak hanya soal jalan,” jelasnya.

Rencana pembangunan ini menurut Ali Basrah akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 dan ditargetkan tuntas dalam waktu dua tahun. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai target tanpa menemui kendala di lapangan.

Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat ikut mendukung proses pembangunan, mulai dari menjaga keamanan lingkungan hingga mengawal agar anggaran bisa digunakan sesuai peruntukannya.

Di sisi lain, Ali mengingatkan proyek ini juga mesti dijalankan dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

“Jangan hanya bangun jalan, tapi jangan sampai rusak hutan dan ekosistem yang selama ini jadi sumber kehidupan masyarakat juga. Harus ada keseimbangan,” katanya.

Dengan anggaran yang sudah dialokasikan dan komitmen berbagai pihak, pembukaan jalan Muara Situlen-Gelombang diharapkan mampu menjadi tonggak pertumbuhan baru di kawasan tengah dan barat Aceh. Proyek ini juga jadi harapan bagi ribuan warga yang selama ini masih terisolasi dari arus utama pembangunan.

Jika sesuai rencana, hambatan akses yang selama ini membelenggu aktivitas masyarakat di pedalaman tidak lagi menjadi persoalan. Jalan baru ini bisa jadi pembuka jalan untuk masa depan masyarakat yang lebih cerah dan sejahtera.

Laporan : Deni Affaldi

Berita Terkait

(UGL) secara resmi melepas 145 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Ketambe.
Transaksi Sabu di Warung Tutup Terbongkar, Pria di Aceh Tenggara Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara
SMAN Perisai Kutacane Kembali Ukir Prestasi, Raih Persentase Kelulusan SNBP Tertinggi di Aceh Tenggara
Digerebek Saat Santai di Rumah, 3 Pria Tak Berkutik – Sat Resnarkoba Polres Agara Temukan Ganja Belasan Kilo
Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Sabu di Pondok Kebun, Barang Bukti Disembunyikan di Bawah Pohon Pinang
Dua Petani di Aceh Tenggara Tertangkap Tangan Miliki Sabu, Sempat Buang Barang Bukti Saat Digerebek
Sat Narkoba Polres Agara Bongkar Peredaran 17,80 Kg Ganja, Pelaku Masih 21 Tahun
LSM KOMPAK: Tuduhan kepada Bupati Aceh Tenggara Harus Didukung Bukti, Bukan Sekadar Narasi Provokatif

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 01:25 WIB

Marselinus Edwin & Co. Law Office Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Senin, 16 Maret 2026 - 00:47 WIB

Tuding Polsek Bangun Tutup Mata, Cek Faktanya: Polisi Langsung Gerak, Tak Ada Perjudian di Lokasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:39 WIB

Forum “Perkara Bangsa” Bahas Posisi Indonesia di Tengah Konflik Global, H.A.B Law Firm Resmi Diluncurkan

Minggu, 15 Februari 2026 - 01:20 WIB

Samsuri, S.Pd.I., M.A. Terima Mandat Penuh Menentukan Cawapres dari Partai Cinta Negeri

Senin, 9 Februari 2026 - 10:58 WIB

200 Kg Ganja Gagal Beredar, BNN Ringkus Tiga Pelaku Jaringan Aceh–Medan

Selasa, 3 Februari 2026 - 11:00 WIB

Pengabdian, Keikhlasan, dan Jalan Panjang Perjuangan

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:39 WIB

PW GPA DKI Dukung Keberhasilan BNN Bongkar Pabrik Narkoba Liquid Vape di Jakut

Senin, 5 Januari 2026 - 22:12 WIB

Kasus Penganiayaan Lansia di Pasaman, publik Nilai Kapolda Sumbar Tunjukkan Kepemimpinan Tegas dan Humanis

Berita Terbaru