Jalan Tembus Muara Situlen-Gelombang Dikebut, Pemerintah Aceh Siapkan Anggaran Rp 80 Miliar

DETIK UPDATE

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 14:04 WIB

50396 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Pemerintah Aceh terus berupaya membuka keterisolasian wilayah-wilayah pedalaman, termasuk di Aceh Tenggara. Salah satu proyek strategis yang kini jadi prioritas adalah pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Muara Situlen, Aceh Tenggara, dengan Gelombang, Kota Subulussalam.

Jalur ini bakal dibangun dengan total anggaran sebesar Rp 80 miliar yang akan dialokasikan dalam dua tahun anggaran ke depan, mulai 2026.

Pembangunan ruas jalan ini digagas sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah. Proyek ini disebut bukan sekadar penghubung antardaerah, tapi juga jadi langkah konkret dalam memberantas ketertinggalan wilayah serta mendukung perekonomian masyarakat pedalaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua DPR Aceh Dapil 8 (Aceh Tenggara–Gayo Lues), Ali Basrah, mengatakan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di Kecamatan Leuser yang selama ini sulit memasarkan hasil panen akibat minimnya infrastruktur.

“Jalan ini sudah lama diperjuangkan. Masyarakat berharap ada jalan yang memudahkan akses, terutama bagi petani yang selama ini kesulitan menjual hasil pertaniannya seperti kemiri, jagung, dan sawit,” kata Ali Basrah saat ditemui di Kutacane, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, keterbatasan akses jalan telah lama menjadi persoalan utama masyarakat di pedalaman Aceh Tenggara. Tak sedikit petani yang harus mengeluarkan biaya besar untuk sekadar membawa hasil kebun ke pasar kecamatan. Dengan dibukanya jalan Muara Situlen-Gelombang, warga diharapkan dapat lebih mudah mengakses pasar dan fasilitas publik lainnya.

Pembangunan jalan ini juga dianggap sebagai peluang untuk membuka potensi sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata.

“Kalau akses terbuka, pelayanan kesehatan bisa lebih cepat, anak-anak juga lebih mudah ke sekolah. Bahkan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal akan terbantu. Jadi dampaknya luas, tidak hanya soal jalan,” jelasnya.

Rencana pembangunan ini menurut Ali Basrah akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 dan ditargetkan tuntas dalam waktu dua tahun. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai target tanpa menemui kendala di lapangan.

Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat ikut mendukung proses pembangunan, mulai dari menjaga keamanan lingkungan hingga mengawal agar anggaran bisa digunakan sesuai peruntukannya.

Di sisi lain, Ali mengingatkan proyek ini juga mesti dijalankan dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

“Jangan hanya bangun jalan, tapi jangan sampai rusak hutan dan ekosistem yang selama ini jadi sumber kehidupan masyarakat juga. Harus ada keseimbangan,” katanya.

Dengan anggaran yang sudah dialokasikan dan komitmen berbagai pihak, pembukaan jalan Muara Situlen-Gelombang diharapkan mampu menjadi tonggak pertumbuhan baru di kawasan tengah dan barat Aceh. Proyek ini juga jadi harapan bagi ribuan warga yang selama ini masih terisolasi dari arus utama pembangunan.

Jika sesuai rencana, hambatan akses yang selama ini membelenggu aktivitas masyarakat di pedalaman tidak lagi menjadi persoalan. Jalan baru ini bisa jadi pembuka jalan untuk masa depan masyarakat yang lebih cerah dan sejahtera.

Laporan : Deni Affaldi

Berita Terkait

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat
Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti
Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H
Duta Saman instiitue jakarta Siap Menampilkan tari tangan seribu di Korea Selatan, Usung Misi Budaya dan Martabat Bangsa di Festival Tari Internasional Busan 2026
Material Batu Proyek Bronjong di Kutacane Lama Aceh Tenggara Banyak Ukuran Kecil Pengawasan Tutup Mata Dan Tanpa Papan Informasi
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI
Lawe Harum Jadi Cermin Buruk Tata Kelola Proyek, Sawah Tetap Kekurangan Air dan Petani Dipaksa Bertahan Sendiri
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:16 WIB

Oknum Anggota Polsek Bulakamba Diduga Aniaya Warga di Brebes,Korban Mengadukan ke Propam  

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:17 WIB

Respons Cepat Layanan 110 Polri Ciptakan Rasa Aman di Ruang Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:40 WIB

Polisi Bersama Damkar Sigap Tangani Kebakaran Rumah di Pangkah

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:45 WIB

Polda Jateng Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Berjalan Transparan dan Berintegritas dengan Prinsip BETAH untuk Mencetak Calon Perwira Polri Berkualitas*

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:18 WIB

PT Aneka Usaha Brebes Beres (Perseroda) Resmi Diluncurkan, Transformasi Baru BUMD Brebes

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:44 WIB

Wujudkan Desa Bersinar, Satresnarkoba Polres Brebes dan Pemdes Sisalam Gelar Edukasi P4GN bagi Ratusan Remaja

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:07 WIB

Kades Ciduwet Inisiatif Buat Buku Letter C Baru, Gantikan Dokumen Lama yang Rusak

Senin, 8 Juni 2026 - 15:51 WIB

Polri Monitoring dan Amankan Audiensi Warga Terkait Pembangunan Tower Seluler di Bengle

Berita Terbaru