BREBES//detikupdate.com — Sutaryo, warga Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, sekaligus kader senior PDI Perjuangan, memilih mundur dari kepengurusan PAC Jatibarang. Keputusan ini diambil karena ia merasa kecewa dan muak melihat maraknya praktik pungutan liar yang dilakukan oknum terhadap bantuan yang seharusnya diterima masyarakat secara cuma-cuma.
Selasa, 27 Oktober 2026, Sutaryo menceritakan jejak pengabdiannya yang panjang di partai ini. Sejak tahun 1970 ia dipercaya menjabat sebagai Koordinator Desa (Kordes), kemudian pada tahun 1980 menjadi Koordinator Kecamatan (Korcam). Tahun 1989, ia terpilih sebagai Ketua PAC Jatibarang dan menjabat selama dua periode. Hingga saat ini, ia masih dipercaya sebagai anggota tim pemenangan pemilu untuk periode 2024–2029.
Namun, kini ia memutuskan untuk mundur dari kepengurusan. Alasannya, ia sudah tidak tahan melihat banyak oknum yang justru mengambil keuntungan dari bantuan yang dikirimkan pusat, padahal bantuan tersebut seharusnya diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya menemukan banyak kasus. Bantuan listrik KWH yang seharusnya gratis, ada yang memungut biaya antara Rp300.000, Rp400.000, bahkan hingga Rp500.000 dari warga. Bahkan bantuan mesin diesel untuk pompa irigasi yang disalurkan guna membantu para petani, kabarnya dipungut biaya hingga Rp1 juta per unitnya,” ungkap Sutaryo dengan nada kecewa.
“Saya sudah berjuang sejak tahun 1971 hingga sekarang. Prinsip saya tegas: tidak boleh sekalipun kita hidup dari pungutan terhadap bantuan yang diperuntukkan rakyat. Itu bukan jalan perjuangan, melainkan merugikan rakyat kecil,” tegasnya.
Reporter: Teguh



















