Yudisium FKIP UGL 2025 Berlangsung Khidmat, Mahasiswa Diberi Pesan Siap Mengabdi ke Masyarakat

DETIK UPDATE

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 17:55 WIB

50456 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka yudisium Tahun Akademik 2025/2026, Selasa (4/11). Acara berlangsung khidmat dan penuh haru di halaman kampus FKIP UGL, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan mahasiswa dari berbagai program studi secara resmi dikukuhkan sebagai sarjana. Acara yudisium merupakan proses akhir akademik sebelum para lulusan diwisuda dan dilepas ke masyarakat untuk mengabdi sesuai bidang keilmuannya. Proses pengukuhan dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Dekan FKIP Dr. Abu Bakar, M.Si., Wakil Dekan Dr. Indra Utama, M.Pd., dan sejumlah anggota senat fakultas yang hadir dalam barisan kehormatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dekan FKIP Dr. Abu Bakar, kegiatan yudisium memiliki makna penting bagi institusi maupun mahasiswa itu sendiri, karena menunjukkan bahwa para peserta telah menyelesaikan seluruh tahapan akademik dengan baik. Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menjaga integritas dan terus menebarkan manfaat di tengah masyarakat.

“Kita tidak hanya mencetak lulusan untuk mendapatkan ijazah, melainkan untuk mencetak pendidik yang bisa memberikan perubahan nyata di lingkungan masing-masing,” ujar Dr. Abu Bakar dalam sambutannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Humas UGL, Sudirman, S.Pd., M.Pd. Dalam wawancara terpisah, ia mengatakan bahwa yudisium bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari proses pengabdian yang sebenarnya sebagai alumni UGL.

“Para lulusan harus menjadi agen perubahan positif. Apa yang mereka pelajari selama kuliah harus diterapkan di masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan lokal,” ujar Sudirman.

Acara yudisium juga diramaikan dengan prosesi pengalungan medali dan pembacaan nama-nama mahasiswa yang lulus. Suasana semakin hangat ketika para lulusan saling memberikan ucapan selamat dan berfoto bersama dosen serta orang tua yang hadir. Tangis haru dan tawa kebahagiaan mewarnai momen tersebut.

Universitas Gunung Leuser sendiri telah dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang konsisten mencetak tenaga pendidik profesional, khususnya di wilayah Aceh Tenggara. FKIP menjadi salah satu fakultas unggulan dengan berbagai prodi seperti Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Dengan diselenggarakannya yudisium ini, para lulusan diharapkan siap berperan aktif dalam pembangunan pendidikan, baik di daerah asal mereka maupun di wilayah lain yang membutuhkan. Masyarakat Aceh Tenggara kini menaruh harapan besar agar para sarjana baru ini dapat menjadi teladan, pelopor perubahan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi antara mahasiswa, dosen, dan jajaran fakultas. Momen ini menjadi catatan bersejarah dalam perjalanan akademik mereka, sebagai bukti bahwa usaha dan ketekunan dapat mengantarkan siapa saja menuju kesuksesan.

Yudisium FKIP UGL 2025 menjadi langkah awal bagi mereka yang siap mengabdi, demi terwujudnya pendidikan yang lebih baik di Tanah Leuser dan Indonesia secara luas.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat
Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kute Bakhti
Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H
Duta Saman instiitue jakarta Siap Menampilkan tari tangan seribu di Korea Selatan, Usung Misi Budaya dan Martabat Bangsa di Festival Tari Internasional Busan 2026
Material Batu Proyek Bronjong di Kutacane Lama Aceh Tenggara Banyak Ukuran Kecil Pengawasan Tutup Mata Dan Tanpa Papan Informasi
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI
Lawe Harum Jadi Cermin Buruk Tata Kelola Proyek, Sawah Tetap Kekurangan Air dan Petani Dipaksa Bertahan Sendiri
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:17 WIB

Respons Cepat Layanan 110 Polri Ciptakan Rasa Aman di Ruang Publik

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:40 WIB

Polisi Bersama Damkar Sigap Tangani Kebakaran Rumah di Pangkah

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:45 WIB

Polda Jateng Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Berjalan Transparan dan Berintegritas dengan Prinsip BETAH untuk Mencetak Calon Perwira Polri Berkualitas*

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:26 WIB

Babinsa Koramil 09/Tonjong Bersama Warga Laksanakan Kerja Bhakti Pembersihan Lahan Pembangunan Jembatan Beton Garuda

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:44 WIB

Wujudkan Desa Bersinar, Satresnarkoba Polres Brebes dan Pemdes Sisalam Gelar Edukasi P4GN bagi Ratusan Remaja

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:07 WIB

Kades Ciduwet Inisiatif Buat Buku Letter C Baru, Gantikan Dokumen Lama yang Rusak

Senin, 8 Juni 2026 - 15:51 WIB

Polri Monitoring dan Amankan Audiensi Warga Terkait Pembangunan Tower Seluler di Bengle

Senin, 8 Juni 2026 - 14:25 WIB

Korban Salah Sasaran Aksi Anti Narkoba di Grinting Tuntut Ganti Rugi  

Berita Terbaru