Aceh Tenggara, kamis 5 Februari 2026. — dijadwalkan mengalami pemadaman listrik total selama sembilan jam di seluruh kabupaten Aceh Tenggara pada Sabtu, 7 Februari 2026. Pemadaman akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan dilakukan oleh PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kutacane sebagai bagian dari pemeliharaan infrastruktur kelistrikan.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Rabu, 4 Februari 2026, PLN menyebutkan bahwa pemadaman ini dilakukan untuk penanganan teknis penting, yakni perbaikan sementara rembesan minyak konservator pada Trafo Daya 1 Kutacane, serta penggantian peralatan MTU (Lightning Arrester) 150 kV di Gardu Induk Kutacane, Desa Kelapa Gading, Kabupaten Aceh Tenggara.
Manajer PLN ULP Kutacane, Firwan Moesnadi, menegaskan bahwa pemeliharaan tersebut bersifat krusial demi menjaga keandalan dan kestabilan sistem kelistrikan di wilayah Aceh Tenggara.
Peralatan yang mengalami gangguan harus segera ditangani untuk mencegah risiko gangguan yang lebih besar di kemudian hari. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga kualitas layanan listrik kepada masyarakat,” ujar Firwan.
PLN juga mengimbau masyarakat agar melakukan persiapan sejak dini, khususnya bagi pelanggan yang aktivitasnya sangat bergantung pada pasokan listrik. Informasi pemadaman telah disebarluaskan melalui berbagai kanal resmi, termasuk media sosial dan aplikasi Mobile PLN, agar masyarakat dapat menyesuaikan jadwal dan kebutuhan harian mereka.
Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pemeliharaan ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di seluruh Aceh Tenggara,” tambahnya.
Firwan menambahkan, pihaknya akan mengupayakan agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal, bahkan tidak menutup kemungkinan lebih cepat jika kondisi lapangan mendukung. Meski demikian, PLN tetap mengantisipasi potensi kendala teknis yang dapat memengaruhi durasi pekerjaan.
Pemadaman listrik, meski bersifat rutin dan terencana, tetap menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil, fasilitas layanan kesehatan, serta kegiatan pendidikan yang bergantung pada perangkat elektronik dan konektivitas digital. Oleh karena itu, warga diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif, seperti menyiapkan sumber daya listrik cadangan atau menyesuaikan aktivitas operasional.
Langkah pemeliharaan ini sekaligus menegaskan komitmen PLN dalam menjaga kesiapan infrastruktur kelistrikan, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan energi seiring pertumbuhan aktivitas sosial dan ekonomi di Aceh Tenggara. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menjamin pasokan listrik yang aman, stabil, dan andal bagi seluruh pelanggan.
Laporan: Deni Affaldi
Media: Detik Update





















