KUTACANE — Banjir besar yang melanda kawasan Lawe Mengkudu hingga Rumah Bundar, Kabupaten Aceh Tenggara, menyebabkan dampak serius bagi masyarakat. Berdasarkan data lapangan, sekitar 196 rumah warga dilaporkan hanyut dan hilang terbawa arus, bukan hanya mengalami kerusakan berat. Sabtu(13/12/3025)
Kapolres Aceh Tenggara menegaskan bahwa rumah hanyut harus dipisahkan dari kategori rusak berat agar penanganan dan bantuan dari pemerintah dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Rumah yang hanyut berarti masyarakat kehilangan tempat tinggal sepenuhnya. Ini perlu perhatian khusus dan penanganan berbeda,” tegas Kapolres Aceh Tenggara saat memantau wilayah terdampak banjir.
Kapolres juga menyampaikan bahwa jajaran Polres Aceh Tenggara terus hadir membantu masyarakat, mulai dari pengamanan lokasi, pendampingan warga terdampak, hingga dukungan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, warga dan relawan berharap fakta 196 rumah hilang terbawa arus terus disuarakan dalam pemberitaan. Jika pembangunan rumah pengganti belum dapat direalisasikan, pemerintah diharapkan segera menyiapkan tenda darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Masyarakat juga mengajak semua pihak untuk membantu korban banjir dalam bentuk apa pun, sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap sesama.
(Redaksi)





















