Cianjur – Seperti taman yang tak pernah lelah menumbuhkan bunga-bunga baru, SMK Sinar Parahiyangan kembali menggelar bazaar kokurikuler dan ujian praktik Seni Budaya Sumatif Akhir Semester (SAS) Tahun Ajaran 2025–2026. Dengan tema Stay Energetic, Healty and Life Outstanding – Sehat dan Harmoni dalam Lifestyle (S.E.H.A.L.O), yang bertempat di halaman sekolah SMK Sinar Parahiyangan. Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, pada Selasa (3/12/2025).
Guru Seni Budaya, Muhammad Wildan Sopiandi, menuturkan bahwa kegiatan ini sudah berdenyut sejak tiga hari sebelumnya. Menurutnya, bazaar dan ujian praktik tersebut merupakan hasil pematangan pembelajaran beberapa bulan terakhir ibarat buah yang kini siap dipetik dan dipamerkan

“Bazar ini adalah wujud dari pembelajaran PKWU, sedangkan musik dan vokal hari ini adalah ujian praktik Seni Budaya. Tahun ini saya mencoba memperkuat nuansa budaya Sunda.Dari vokal Sunda, karawangsa, hingga latihan hajat lembur yang sudah dilakukan sebelumnya, semua kami tampilkan sebagai cara mengenalkan kembali akar budaya kepada para siswa,” ujar Wildan.
Kegiatan ini merupakan tradisi enam bulanan yang selalu menghadirkan semangat baru. Siswa kelas X dan XI menjadi pemeran utamanya, sementara kelas XII tengah menjalankan PKL. Namun seperti matahari yang pasti kembali bersinar, semester depan kelas XII juga akan hadir dalam gelaran berikutnya.
Produk-produk yang dipamerkan kebanyakan merupakan hasil tangan siswa sendiri. Mereka diberi waktu sebulan untuk menanam ide, menyirami kreativitas, dan memanen karya baik berupa kuliner, kerajinan, produk fungsional, maupun pajangan.
Sekitar 12 stan bazaar berdiri menghias halaman sekolah. Tidak semuanya menjual makanan; beberapa stan justru menghadirkan karya kreatif lain. Sementara di ruang dalam, terpajang foto book dan fashion yang dirancang khusus oleh sekolah.
Wildan berharap kegiatan ini menjadi angin segar yang meniupkan keberanian dan kreativitas lebih luas ke depan. “Mudah-mudahan anak-anak bisa lebih kreatif lagi. Jika pihak kedinasan bisa melihat langsung kegiatan ini, tentu semangat mereka akan semakin tumbuh. Cianjur ini punya sekolah-sekolah yang unik, masing-masing dengan kualitas dan jati diri yang khas,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Sinar Parahiyangan Dr. Susgrandini Husen, M.M menuturkan bahwa SAS bukan sekadar agenda rutin, melainkan ladang pembelajaran nyata. “Di sini siswa belajar kewirausahaan, informatika, hingga akuntansi. Market day di SMK tentu berbeda dengan level TK.
Mereka harus paham target pasar, membuat business model canvas, hingga menyusun pelaporan keuangan digital. Harapannya, mereka bisa mengisi peluang masa depan baik bekerja maupun berwirausaha,” ungkapnya.
Melalui S.E.H.A.L.O, SMK Sinar Parahiyangan ingin memastikan bahwa setiap siswa tak hanya tumbuh, tetapi juga berkilau seperti cahaya kecil yang suatu hari mampu menerangi dunia usaha dan dunia industri.
(Rst)





















