Klarifikasi Polemik Sumbangan Sukarela, Kepala SMPN 2 Bulakamba Tegaskan Sifatnya Fleksibel dan Tidak Wajib

REDAKSI JAWA TENGAH

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:01 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES//detikupdate.com — Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 2 Bulakamba, Edi Wuryanto, memberikan penjelasan mendalam terkait polemik sumbangan sukarela yang kerap menjadi sorotan publik. Menurutnya, kesalahpahaman kerap terjadi akibat informasi yang diterima secara tidak utuh, sehingga menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat bahwa sumbangan tersebut bersifat wajib dengan nominal yang dipatok.

Edi menegaskan bahwa sumbangan dari orang tua siswa pada dasarnya bersifat sukarela dan tidak ada keharusan nominal tertentu. Pihak sekolah tidak memiliki wewenang untuk memaksa atau mematok angka baku. Jika orang tua hanya mampu menyumbang dengan nominal kecil—seperti Rp30.000—atau bahkan tidak mampu memberi sama sekali, pihak sekolah tetap menerimanya tanpa ada paksaan maupun sanksi.

Payung Hukum dan Kebutuhan Operasional Sekolah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa penarikan partisipasi masyarakat melalui komite sekolah ini sebenarnya telah memiliki payung hukum serta regulasi yang sah dan belum dicabut.

Ia memaparkan bahwa fungsi sekolah tidak terbatas hanya pada kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas saja. Sekolah juga perlu mewadahi berbagai potensi siswa melalui program ekstrakurikuler, baik di bidang kesenian, olahraga, hingga keagamaan. Terlebih lagi, anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saat ini sudah tidak dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

“Kalau semuanya ini nanti tidak bisa dibiayai dari BOS, kemudian komite juga selalu seperti ini, ya apa ya istilahnya, selalu muncul setiap tahun padahal sudah jelas judulnya sumbangan sukarela,” ujar Edi.

Jika sumber pendanaan alternatif ini ditiadakan secara total tanpa solusi, Edi mengkhawatirkan kegiatan ekstrakurikuler siswa terpaksa dihentikan karena tidak ada lagi dana operasional yang dapat diambil.

Mencegah Kenakalan Remaja dan Tawuran

Selain mendukung pengembangan bakat siswa, keberadaan kegiatan ekstrakurikuler dan program sekolah hingga sore hari dinilai sangat penting untuk meredam risiko kenakalan remaja, seperti aksi tawuran.

Edi menyoroti bahwa beberapa kasus tawuran kerap terjadi karena anak-anak pulang sekolah tanpa kegiatan yang terarah, sementara di sisi lain mereka dibebaskan membawa kendaraan, ponsel, dan uang saku oleh orang tuanya tanpa pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan penunjang di sekolah diharapkan mampu meminimalisir celah tersebut.

Imbauan Terbuka untuk Orang Tua Siswa

Menanggapi berbagai dinamika yang ada, Edi mengimbau kepada para orang tua siswa agar tidak ragu untuk langsung mendatangi pihak sekolah atau pengurus komite apabila menghadapi kendala atau ingin menyampaikan keluhan.

Ia menyayangkan jika keluhan justru disebarkan tanpa komunikasi yang jelas dengan pihak sekolah, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan informasi yang keliru di luar. Melalui komunikasi yang baik antara pihak sekolah, komite, dan orang tua, diharapkan setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak demi kemajuan pendidikan anak-anak.

 

Reporter gofur

Berita Terkait

Bupati Brebes Hadiri Doa Bersama 1.402 Guru PPG dan 710 Mahasiswa Beasiswa di Gedung Korpri
Ribuan Guru Agama Islam dan Mahasiswa di Brebes Gelar Doa Bersama untuk Kelulusan PPG 2026  Dan mendapatkan bantuan beasiswa satu keluarga satu sarjana
Tindak Lanjuti Larangan Vape dan Judi Online, Propam Polres Brebes Gelar Gaktibplin, Hasil Pemeriksaan Nihil Pelanggaran
Kondisi Sepi Pembeli, Pedagang Pakaian di Pasar Induk Brebes Menjerit Kesusahan Kulakan
Berkah di Hari Santri,Dedi Risyanto Berbagi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hingga Sunatan Masal 
Kepala MTs Ma’arif NU Brebes, Menyoroti Adanya Kesenjangan Kesejahteraan Bagi Guru Swasta
Jumat Keliling Polres Brebes Tuai Apresiasi, Takmir Masjid: Kehadiran Polri Dirasakan Masyarakat
Ops Patuh Candi 2026, Satlantas Brebes Gencarkan Edukasi Keselamatan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:22 WIB

Cegah Kecelakaan dan Gangguan Kamtibmas, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Patroli Malam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Wustha

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Respons Cepat Pascabanjir, Kapolres Agara Pimpin Pengerahan Personel Polres dan Brimob Bantu Warga Desa Kuning I

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Berita Terbaru