BREBES //detikupdate.com – Nasib para sopir angkutan umum jenis Elf di Kabupaten Brebes kian memprihatinkan. Sulitnya mencari penumpang membuat pendapatan mereka merosot tajam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dirasakan langsung oleh Romfal, warga Desa Dukuhtengah, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, yang sudah 25 tahun setia melakoni profesi sebagai sopir Elf.
Saat ditemui pada Jumat (23/10/2026), Rofal mengungkapkan bahwa menjadi sopir angkutan umum saat ini jauh lebih sukar. Dalam sehari, ia mengaku hanya bisa membawa pulang uang bersih sekitar Rp 50.000 hingga Rp 60.000 untuk menghidupi keluarganya. Minimnya pendapatan ini dipicu oleh sepinya penumpang, sementara biaya operasional terus berjalan. Beban para sopir sedikit terbantu karena setoran kepada pemilik armada (majikan) dirasa masih logis, yakni sebesar Rp115.000 per hari, di mana biaya perawatan berkala seperti penggantian ban dan suku cadang (sparepart) sudah ditanggung penuh oleh sang majikan.
Di tengah situasi sulit ini, solidaritas antar-sopir menjadi jaring pengaman terakhir mereka. Romfal menjelaskan, saat ini terdapat Paguyuban Sopir Angkutan Elf untuk trayek Ketanggungan – Tegal yang beranggotakan 25 orang sopir. Melalui paguyuban ini, para sopir berinisiatif menyisihkan uang sebesar Rp5.000 setiap harinya.
Uang iuran tersebut dikelola secara transparan dan akan dikembalikan lagi kepada anggota yang sedang membutuhkan. Di antaranya, jika ada armada sopir yang memasuki masa perpanjangan pajak kendaraan 5 tahunan, paguyuban akan memberikan bantuan dana sebesar Rp500.000. Sementara itu, jika ada anggota yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas, paguyuban siap memberikan santunan tunai sebesar Rp1.000.000 untuk meringankan beban finansial mereka.
Reporter Teguh



















