Brebes//detikupdate.com – Dalam upaya melindungi generasi muda dan mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Seminar Santri dan Pelajar Anti Kekerasan Seksual. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Pendopo Kecamatan Bumiayu, Brebes.13 Juni 2026
Mengusung tema “Wujudkan Kepedulian, Bangun Kesadaran, Ciptakan Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Ramah”, seminar ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan, tokoh agama, aparat keamanan, lembaga pendidikan, serta ratusan peserta dari kalangan santri dan pelajar se-Brebes bagian selatan.

Kehadiran Pimpinan dan Tokoh
Acara dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh jajaran pemangku kepentingan, antara lain:
– M. Ilham Bagus S, S.Ag – Ketua PC IPNU Brebes
– AKP Tasudin, SH.MH – Kapolsek Bumiayu
– KH. Sholahudin M. – Ketua PCNU Brebes
– KH. Musyaffa’ LC – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah
– M. Fathur Rohman – Ketua LP Maarif PCNU Brebes
– M. Topik Nurrohman – Moderator kegiatan
– KH. Moch Najib – Mewakili Ketua MWC NU Kecamatan Bumiayu
– H. M. Shodiqin – Ketua Alumni sekaligus Pembina PC IPNU Brebes
– Pimpinan RMI PCNU, PAC GP Ansor, Fatayat NU, dan Muslimat NU se-Kecamatan Bumiayu
Jumlah Peserta dan Cakupan Kegiatan
Seminar ini diikuti oleh sekitar 120 orang peserta, yang terdiri dari santri dan pelajar yang berasal dari 30 pondok pesantren dan satuan pendidikan yang tersebar di wilayah Brebes bagian selatan. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan akan pemahaman mengenai perlindungan diri di kalangan generasi muda.
Uraian Sambutan dan Tujuan Kegiatan
Dalam sambutannya, AKP Tasudin, SH.MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara kepolisian, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan. “Kekerasan seksual adalah kejahatan yang merusak masa depan generasi muda. Melalui seminar ini, kami ingin membekali peserta dengan pengetahuan mengenai tanda bahaya, cara melindungi diri, hak yang dimiliki, serta prosedur pelaporan jika menghadapi atau menyaksikan tindak kekerasan,” ujarnya.
Sementara itu, M. Ilham Bagus S, S.Ag selaku Ketua PC IPNU Brebes menegaskan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi martabat dan keselamatan setiap individu. “Kami ingin menyatukan perspektif agama dan hukum, agar santri dan pelajar tidak hanya paham secara aturan, tetapi juga memiliki landasan iman untuk menjaga diri dan lingkungan sekitar dari segala bentuk tindakan yang melanggar hak asasi manusia,” jelasnya.
KH. Musyaffa’ LC dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan pentingnya peran semua pihak. “Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lingkungan yang aman dan nyaman menjadi syarat utama agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan melahirkan generasi yang berkualitas,” tambahnya.
Materi dan Harapan Kegiatan
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bentuk-bentuk kekerasan seksual menurut hukum positif dan ajaran agama, dampak psikologis dan sosial bagi korban, langkah pencegahan dini, serta mekanisme pelaporan yang aman dan terpercaya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif di kalangan santri, pelajar, pendidik, dan masyarakat luas. Selain itu, seminar ini juga menjadi langkah awal untuk membangun jaringan pengawasan dan perlindungan yang kuat, sehingga lingkungan pendidikan di wilayah Brebes bagian selatan benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.( Gofur )





















