Brebes//detikupdate.com – Ratusan warga yang berasal dari Desa Grinting, Desa Karangsari, dan Desa Kluwut berkumpul dan melakukan unjuk rasa di Jalan Raya Desa Karangsari, Jumat (5/6/2026). Mereka menuntut penindakan tegas terhadap sebuah tempat yang dikenal sebagai “Warung Aceh”, yang diduga menjadi tempat penjualan dan peredaran obat-obatan terlarang yang sangat meresahkan masyarakat.
Massa pendemo didominasi oleh ibu-ibu pengajian serta warga dari berbagai kalangan. Mereka membawa tuntutan yang tegas kepada pihak berwenang, khususnya Polres Brebes, untuk segera menghentikan praktik tersebut dan menindak pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku.
Merusak Masa Depan Pemuda & Membahayakan Keselamatan Laut
Warga menuturkan bahwa keberadaan Warung Aceh sudah lama menjadi masalah besar. Obat-obatan yang dijual bebas di sana diketahui banyak dikonsumsi oleh generasi muda di sekitar keempat desa tersebut (termasuk Desa Cimohong), sehingga merusak fisik, akal sehat, dan masa depan mereka.
Keluhan lain datang dari perwakilan warga Desa Kluwut. Mereka menyebutkan bahwa banyak anak buah kapal dan nelayan yang mengalami kecelakaan laut, jatuh ke laut, atau tidak mampu mengendalikan kapal saat melaut, yang diduga kuat akibat pengaruh konsumsi obat-obatan terlarang yang dibeli dari tempat tersebut. Hal ini dinilai sangat berbahaya dan mengancam nyawa para pekerja laut yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
“Banyak anak-anak muda kita yang terjerumus, banyak nelayan yang celaka karena obat-obatan ini. Kami tidak bisa diam melihat kerusakan ini terus berlanjut,” ujar salah satu orator mewakili warga.
Peringatan Keras: Siapkan Aksi Lebih Besar Jika Diabaikan
Dalam orasinya, perwakilan warga dari Desa Grinting menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk peringatan dan permintaan serius agar aparat bertindak cepat. Mereka meminta agar peredaran obat-obatan terlarang tidak lagi dibiarkan terjadi di wilayah Karangsari, Grinting, Kluwut, maupun Cimohong.
Warga juga menyampaikan pernyataan tegas: jika setelah aksi damai ini praktik penjualan obat terlarang masih berlangsung, mereka akan mengerahkan massa yang jauh lebih besar dan melancarkan aksi lanjutan untuk memastikan masalah ini tuntas.
Warung Terkena Amukan Warga
Dari lokasi kejadian, awak media Lidik Krimsus yang meliput peristiwa ini melaporkan bahwa suasana sempat memanas. Sebagian massa yang tidak dapat menahan emosi diketahui merusak bangunan dan perlengkapan di dalam Warung Aceh tersebut sebagai bentuk kemarahan atas kerugian dan bahaya yang sudah ditimbulkan selama ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polres Brebes belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi warga maupun dugaan pelanggaran yang terjadi. Namun, keberadaan ratusan warga dan kerusakan yang terjadi menjadi bukti kuat bahwa masyarakat sudah tidak lagi bisa menerima keberadaan tempat yang dianggap merusak tatanan sosial dan keamanan lingkungan mereka.( Gofur )





















