CIANJUR – Menindaklanjuti insiden serius dua pengendara yang hanyut terseret arus banjir hingga masuk ke gorong-gorong di wilayah Pacet, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pusat akhirnya melakukan penutupan drainase pada Jumat (3/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya darurat untuk mencegah kembali terjadinya peristiwa serupa yang membahayakan keselamatan warga, terutama saat curah hujan tinggi yang kerap memicu lonjakan debit air secara tiba-tiba.
Pelaksana lapangan PUPR Pusat, Mubin, menegaskan bahwa penutupan gorong-gorong merupakan hasil keputusan bersama setelah adanya koordinasi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten.
“Setelah ada keputusan dan masukan dari dinas kabupaten, gorong-gorong ini untuk sementara harus ditutup. Penanganan dilakukan sepanjang kurang lebih 65 meter, terutama pada bagian yang terbuka,” tegas Mubin saat dikonfirmasi.
Ia juga mengungkapkan, banjir yang terjadi bukan semata karena hujan deras, melainkan diperparah oleh adanya penyumbatan saluran drainase di bagian hulu, tepatnya di depan area material bangunan. Selain itu, aliran air dari akses jalan warga menuju Desa Cipendawa turut menyumbang debit air yang cukup besar.
“Kondisi ini diperburuk dengan tingginya intensitas hujan, sehingga air meluap dan akhirnya menggenangi hingga ke jalan utama,” jelasnya.
Penutupan drainase ini diharapkan menjadi solusi sementara yang efektif untuk mengendalikan aliran air serta meminimalisir risiko kecelakaan, khususnya bagi pengguna jalan di kawasan Pacet yang sebelumnya menjadi titik rawan. (Rst)





















