CIANJUR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) terus memantapkan peran lembaga komunikasi di lingkungan MUI dalam merespons perubahan besar di era digital. Kegiatan yang bertempat di Kantor MUI Kabupaten Cianjur ini diselenggarakan pada Senin (09/02/2026).
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, Asep Hasan Zakaria, serta menghadirkan M. Anas Murdiya sebagai narasumber utama untuk memberikan penguatan terkait strategi komunikasi publik.

Ketua Bidang Infokom MUI, H. Sudrajat Laksana, menyatakan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sangat penting agar Infokom MUI dapat menjadi pelopor dakwah digital yang empatik dan relevan bagi generasi muda.
“MUI berupaya meningkatkan kualitas penyajian pesan keislaman, termasuk fatwa, agar lebih komunikatif dan mudah diakses publik. Media MUI diharapkan menjadi sarana yang ramah terhadap keragaman, moderat, dan tidak ekstrem,” ujar Sudrajat.
Kehadiran perwakilan Diskominfo, Asep Hasan Zakaria, mempertegas dukungan pemerintah daerah dalam sinkronisasi informasi antara ulama dan umaro, terutama dalam menangkal hoaks dan konten negatif di ruang digital.
Wakil Ketua MUI Cianjur, Dr. KH. Ahmad Yani, menambahkan bahwa penguatan di bidang Infokom ini adalah langkah konkret agar program-program Ramadhan nanti bisa tersosialisasi dengan baik ke masyarakat luas.
“Kami ingin memastikan bahwa kegiatan ibadah di bulan Ramadhan nanti tidak hanya semarak di masjid-masjid, tetapi juga hadir melalui konten-konten digital yang menyejukkan. Dengan adanya sinergi dari pihak Diskominfo dan masukan dari narasumber seperti Pak Anas Murdiya, kami optimis dakwah MUI akan lebih efektif dan inklusif,” ungkap Dr. KH. Ahmad Yani.
Ia berharap, melalui standardisasi media ini, seluruh informasi keagamaan yang keluar dari MUI dapat menjadi pegangan yang aman dan menenteramkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur. (Rst).





















