BREBES)//detikupdate.com – Saimran (45), seorang pengusaha ayam petelur asal Desa Kecipir,Kecamatan Losari Kabupaten Brebes berhasil mengembangkan usahanya dari skala kecil menjadi salah satu pemasok telur terpercaya di wilayah Kabupaten Brebes dan empat kabupaten sekitarnya. Dengan memulai hanya 2000 ekor ayam pada tahun 2025, dengan produksi rata-rata 200 butir telur per hari.mulai beberapa Minggu.
Mulai dari Modal Kecil, Berbekal Pengalaman dan Dedikasi
Saimran awalnya bekerja sebagai pekerja lepas sebelum memutuskan untuk memulai usaha peternakan ayam petelur. Dengan modal yang dikumpulkan dari hasil kerja selama beberapa tahun dan bantuan pinjaman usaha mikro dari koperasi desa, ia membangun kandang sederhana dan membeli DOC berkualitas dari supplier terpercaya.
“Pada awalnya banyak tantangan, mulai dari mengelola kesehatan ayam hingga mencari pasar yang stabil. Tapi saya tidak menyerah – saya selalu belajar dari pengalaman sendiri dan mengikuti pelatihan peternakan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Brebes,” ujar Saimran dengan senyum bangga.
Penerapan Manajemen Baik dan Inovasi Sederhana
Untuk meningkatkan produktivitas, Saimran menerapkan sistem kandang semi-closed house yang membantu menjaga suhu dan kelembaban optimal bagi ayam. Ia juga menggunakan pakan campuran antara komersial dan bahan organik lokal seperti dedak jagung dan ampas tahu, yang tidak hanya menurunkan biaya tetapi juga meningkatkan kualitas telur.
“Kami juga mulai menjalin kerja sama dengan beberapa toko swalayan kecil di wilayah sekitar. Rencananya, tahun depan saya ingin meningkatkan kapasitas hingga 5.000 ekor dan mulai mencoba memproduksi telur organik yang saat ini banyak dicari konsumen,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah dan Harapan untuk Masa Depan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Supriyanto, menyampaikan apresiasi terhadap kesuksesan Saimran. “Kami selalu mendorong peternak lokal untuk mengembangkan usaha dengan menerapkan teknologi tepat guna dan manajemen yang baik. Saimran adalah contoh inspiratif bagi peternak lain di daerah,” ujarnya.
Saimran juga berharap bisa membimbing peternak muda di desa untuk memulai usaha yang sama, sehingga Desa Kecipir bisa menjadi pusat produksi telur ayam petelur yang dikenal kualitasnya di Jawa Tengah.





















