CIANJUR – Di tengah gema pergantian tahun yang tinggal menghitung jam, sebuah momentum hangat tercipta di Desa Sindangjaya. Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Golkar, Lukmanul Hakim, menutup lembaran tahun 2025 bukan dengan pesta pora, melainkan dengan menyalakan “pelita harapan” bagi ratusan tunas bangsa di SDN Trikarya, Kecamatan Cipanas, Rabu (31/12/2025).
Kedatangan legislator Komisi 1 ini disambut bak angin segar oleh Kepala Sekolah SDN Trikarya, Yuyun, dan Kepala Desa Sindangjaya, H. Deden. Kunjungan kerja ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata penyaluran aspirasi Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi jembatan mimpi bagi para siswa.

“Hari ini adalah tentang merajut silaturahmi. Saya hadir untuk memastikan bahwa benih-benih kebaikan yang kami gagas lewat program ini benar-benar tumbuh subur, terserap efektif, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Lukman dengan nada penuh syukur.
Di hadapan 130 siswa penerima manfaat yang wajahnya berbinar, Lukman menyebut bantuan ini sebagai “kado terindah” penutup tahun. Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, dirinya telah berikhtiar menyalurkan sekitar 1.034 beasiswa bagi siswa SD di Cianjur. Khusus di Desa Sindangjaya, sekitar 270 siswa dari berbagai sekolah, termasuk SDN Trikarya, Gunung Batu, Sindanglaya, dan Suryakencana. kini bisa bernapas lega menatap masa depan pendidikan mereka.
Namun, di balik senyum yang terukir hari itu, Lukman menyimpan kegelisahan mendalam melihat potret pendidikan di Cianjur. Bayang-bayang angka putus sekolah yang menyentuh angka lebih dari 50.000 jiwa menjadi awan mendung yang ingin ia halau.
“Angka putus sekolah di Cianjur masih menjadi ‘luka’ yang harus kita obati bersama. Biarpun langkah saya ini kecil, saya berharap ini bisa menjadi percikan api yang membakar semangat anak-anak untuk terus bersekolah, sekaligus perlahan mengikis tingginya angka putus sekolah tersebut,” ujar Lukman penuh harap.
Senada dengan itu, Kepala Desa Sindangjaya, H. Deden, mengibaratkan bantuan ini sebagai oase bagi warganya.
“Terima kasih kepada Pak Lukman yang tak pernah lupa untuk menengok ke bawah. Aspirasi ini adalah amanah yang sangat berharga bagi kedusunan kami. Semoga menjadi ladang pahala dan ilmunya menjadi cahaya bagi anak-anak di masa depan,” ucap H. Deden.
Kepala Sekolah SDN Trikarya, Yuyun, pun tak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Perhatian dari Pak Dewan ini ibarat suntikan energi baru. Semoga ini memantik api semangat anak-anak didik kami untuk belajar lebih giat lagi menggapai cita-cita,” pungkasnya.
Di ujung tahun 2025 ini, SDN Trikarya menjadi saksi bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana menanam harapan di hati anak-anak penerus masa depan.
(Rst)





















