CIANJUR – Tabir misteri hilangnya Ipah, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur selama delapan tahun di Dubai, Uni Emirat Arab, mulai tersingkap. Fakta mengejutkan terungkap setelah awak media melakukan penelusuran mendalam pada Jumat (26/12/2025).
H. Dadang, selaku sponsor tunggal yang memberangkatkan Ipah, ternyata masih dalam keadaan sehat walafiat. Hal ini membantah pernyataan sebelumnya dari Kepala Desa Sindangraja yang menyebutkan bahwa pihak sponsor telah meninggal dunia.
Dalam percakapan telepon bersama awak media, H. Dadang secara tegas menyatakan kesiapannya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia mengakui beban moral karena dialah yang memberangkatkan Ipah ke luar negeri.
“Lebih lanjut, dalam percakapan telepon tersebut, pihak sponsor menegaskan akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Karena bagaimanapun, saya yang telah memberangkatkan Ipah,” ujar H. Dadang.
Selain menyatakan tanggung jawabnya, H. Dadang juga mengungkapkan rasa herannya terhadap informasi keliru yang disebarkan oleh pihak pemerintah desa. Ia merasa dirugikan dengan kabar bohong mengenai kematiannya.
“Terus kenapa kepala desa bisa sampai mengabarkan bahwa saya sudah meninggal dunia? Padahal saya masih ada dan sehat,” keluhnya dengan nada bertanya-tanya.
H. Dadang menjelaskan bahwa selama ini ia kehilangan kontak lantaran Ipah dikabarkan sempat melarikan diri bersama rekannya saat masih berada di Dubai. Sejak saat itu, jejak Ipah sulit dilacak, namun ia mengaku tetap berusaha menjalin komunikasi dengan pihak keluarga untuk mencari solusi.
Sementara itu, pihak keluarga Ipah yang sudah bertahun-tahun menanti kepastian kini telah menguasakan penanganan kasus ini kepada salah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
Munculnya kembali sosok sponsor ini diharapkan dapat mempermudah proses pencarian dan pemenuhan hak-hak Ipah sebagai pekerja migran yang hilang kontak.
(Rst)





















