Kutacane, Kamis 4 Desember 2025
Pantauan jurnalis di sepanjang kiri dan kanan SPBU di Bumi Tanoh Alas, yang dikenal sebagai Negeri Sepekat Segenep, menunjukkan bahwa antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terus terjadi. Situasi ini seolah mencerminkan adanya kelangkaan BBM yang telah lama dikeluhkan masyarakat Aceh Tenggara. Para pengendara mengaku sudah mengantre sejak usai salat Subuh.
Jaini Ajmi, tokoh muda Desa Lawe Kihing, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat kontras dengan fakta di lapangan. Ia menegaskan bahwa SPBU di desanya — yang berbatasan dengan Desa Bambel — selalu menerima pasokan BBM setiap hari, dan distribusi berjalan lancar.
Setiap hari stok minyak masuk ke SPBU Lawe Kihing. Pendistribusian lancar dan tidak ada kendala,” tegas Jaini Ajmi.
Namun demikian, Ia mempertanyakan mengapa antrean justru semakin panjang pada Kamis, 4 Desember 2025, hingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas di depan SPBU. Banyak pengendara yang mencoba melawan arus demi mencari jalur alternatif, terutama para orang tua yang hendak mengantar anak ke sekolah serta ASN yang ingin berangkat ke kantor.
Masyarakat kecewa melihat semrawutnya antrean di depan pom bensin. Padahal pasokan BBM masuk setiap hari,” ujar Jaini.
Ia berharap para pemangku kepentingan segera mengambil langkah tegas bila ada oknum pengepul BBM bersubsidi yang bermain di balik panjangnya antrean. Menurutnya, tindakan cepat sangat diperlukan agar memberikan efek jera dan mencegah terjadinya penimbunan BBM.
Di akhir diskusi, jurnalis yang memantau kondisi di sekitar SPBU mengonfirmasi bahwa situasi antrean masih berlangsung dan membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait.
Lipatan : Deni Affaldi
















