Pemerintah Berikan Rehabilitasi Medis dan Sosial bagi Korban Ambruknya Mushalla Ponpes Al Khoziny

DETIK UPDATE

- Redaksi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 03:11 WIB

50560 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Sosial akan memberikan pendampingan dan bantuan secara menyeluruh kepada korban dan keluarga korban ambruknya mushalla Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Bantuan yang diberikan mencakup rehabilitasi medis dan sosial guna memastikan korban mendapat perlindungan dan dukungan untuk pemulihan.

“Untuk rehabilitasi sosial, pemerintah akan melaksanakan pendampingan serta pemenuhan kebutuhan pokok bagi korban dan keluarganya,” kata Saifullah Yusuf dalam keterangan pers, Jumat (10/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa bentuk rehabilitasi medis diberikan kepada para korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara rehabilitasi sosial akan dimulai setelah masa perawatan terhadap korban dan keluarganya. Rehabilitasi tersebut, kata dia, bertujuan untuk menguatkan kondisi psikologis dan sosial para korban setelah mengalami musibah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mensos, bantuan rehabilitasi sosial mencakup layanan pemulihan trauma, jaminan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan perlengkapan sekolah. Selain itu, Kemensos juga akan memberikan pendampingan pemberdayaan khusus bagi keluarga korban yang mengalami dampak paling berat, termasuk keluarga yang anaknya mengalami luka serius hingga harus menjalani amputasi.

“Perlindungan dan jaminan sosial, sampai kebutuhan korban akan diberikan kepada keluarganya. Ini bertujuan agar keluarga tersebut dapat menemani dan membimbing korban yang menjadi disabilitas. Seluruh kebutuhan tersebut akan didukung pemerintah,” ujar Saifullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah berkoordinasi untuk menyiapkan alat bantu disabilitas bagi para korban, seperti kaki palsu dan kursi roda. Pemberian alat bantu ini akan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing korban pascapemulihan.

Setelah menjalani perawatan medis, korban dan keluarga akan menerima asesmen dari tim profesional untuk mengidentifikasi bentuk dukungan lanjutan yang diperlukan. Proses ini dianggap penting untuk memastikan upaya rehabilitasi dapat berjalan tepat sasaran dan menyeluruh.

“Tujuannya adalah bagaimana korban dan keluarganya bisa bangkit dari tekanan mental dan trauma mendalam akibat peristiwa ini. Negara hadir, kita pastikan semua kebutuhan darurat dan jangka panjang mereka terpenuhi,” kata Mensos.

Peristiwa ambruknya mushalla Ponpes Al Khoziny meninggalkan duka mendalam, terutama bagi para korban yang mengalami luka berat. Tercatat, tiga orang di antaranya yaitu Nur Ahmad, Saifur Rosi, dan Haikal tengah dirawat intensif di RSUD Sidoarjo dan harus menjalani tindakan amputasi.

Langkah cepat pemerintah ini menegaskan komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi warganya yang terdampak bencana, baik fisik maupun sosial. Melalui kolaborasi lintas lini, pemerintah berharap para korban dapat kembali pulih dan menjalani kehidupan yang layak.

Berita Terkait

Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Peristiwa di Ruang Pemeriksaan Polda Metro Jaya, Publik Dorong Evaluasi Pengamanan dan Profesionalitas
Menangis di Atas Setir Di Balik Jaket Ojol Ada Perut yang Lapar dan Keadilan yang Sedang Sekarat
Skakmat Permanen: Terbongkarnya Desain Sistemik yang Menjadikan Rakyat Bahan Bakar Mesin Oligarki Global, Ini Kata Fahd A Rafiq
Groundbreaking SPPG di Palmerah, Presiden Prabowo Anugerahi Kepala BGN Bintang Jasa Utama
APDESI MERAH PUTIH: Pemerintah Desa Harus Jadi Pembina Peradaban Masyarakat
Samsuri Resmi Dideklarasikan sebagai Capres RI 2029, PCN Tegaskan Komitmen Politik Berbasis Pancasila
Transformasi Layanan 110: Polda Riau Adopsi Standar Service Excellence Halo BCA

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:28 WIB

PERPISAHAN SISWA SISWI SD NEGERI 1 KEDUNGNENG KECAMATAN LOSARI, KABUPATEN BREBES TAHUN AJARAN 2025 / 2026  

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:57 WIB

Maknai Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Brebes Tebarkan Kepedulian bagi Anak Yatim

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:01 WIB

Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:27 WIB

Respons Narasi Provokatif terhadap Presiden Prabowo, PP GP Al Washliyah Rilis 4 Pernyataan Sikap

Senin, 15 Juni 2026 - 23:09 WIB

Langit Coffee Jadi Pusat Kebersamaan, Bunda Ira Ajak Warga Sambut 1 Muharam dengan Pengajian

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kalapas Labuhan Ruku: Dugaan Pelanggaran Tidak Benar – Kami Jalankan Tugas Secara Profesional dan Transparan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:14 WIB

Polda Jateng Ungkap Hasil Penyelidikan Kasus Glamping Posong, Satu Keluarga Meninggal Akibat Keracunan Karbon Monoksida

Berita Terbaru