BREBES//detikupdate.com – Pemerintah Desa Karang Dempel menggelar sosialisasi program konservasi hutan bakau atau mangrove sebagai upaya utama penanggulangan abrasi dan pelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Balai Desa Karang Dempel ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat, Jumat (22/5).
Dalam pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa hutan mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami yang menahan gerusan ombak laut, mencegah kerusakan daratan, serta menjaga kestabilan garis pantai. Selain fungsi perlindungan, kawasan bakau juga berfungsi sebagai habitat berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota laut lainnya yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar.
“Ancaman abrasi bukan lagi sekadar isu lingkungan, tapi tantangan nyata bagi keamanan dan kelestarian wilayah kita. Melalui konservasi mangrove, kita tidak hanya menjaga tanah kita tetap aman, tapi juga menjaga sumber daya alam yang menopang ekonomi warga,” ujar salah satu pemateri dalam sesi penyuluhan.
Warga yang hadir tampak antusias menyimak materi dan aktif berdiskusi mengenai teknis penanaman, perawatan, hingga pengawasan kawasan mangrove agar tidak rusak atau ditebang sembarangan. Pemerintah desa menegaskan komitmen untuk menggerakkan partisipasi masyarakat agar program ini berjalan berkelanjutan.
Kepala Desa Karang Dempel Abdul Kopah menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dan berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal nyata pelaksanaan penanaman dan pemeliharaan mangrove. “Konservasi ini adalah warisan untuk masa depan desa kita. Mari kita jaga bersama, demi keselamatan dan kesejahteraan anak cucu kita nanti,” tegasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk membentuk kelompok pemelihara mangrove desa, guna memastikan setiap pohon yang ditanam dapat tumbuh subur dan berfungsi maksimal melindungi wilayah Desa Karang Dempel dari ancaman kerusakan pesisir.( Gofur )





















