BREBES//detikupdate.com – Warga masyarakat di wilayah Desa Pakujati dan Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, melayangkan protes keras terkait hancurnya fasilitas infrastruktur jalan di pemukiman mereka. Kerusakan parah ini diduga kuat akibat aktivitas lalu lalang truk tronton bermuatan berat yang mengangkut pakan ternak ayam jenis pur menuju perusahaan ternak lokal.
Berdasarkan informasi dari warga setempat, armada truk tronton tersebut membawa muatan super berat yang diperkirakan mencapai 40 ton. Tonase masif ini secara terang-terangan melintasi jalan kelas kabupaten yang tidak dirancang untuk kendaraan berat, hingga menyebabkan aspal jalan retak dan amblas di berbagai titik.
Warga secara terbuka menunjuk aktivitas operasional perusahaan ternak ayam milik H. Warno yang berlokasi di Jalan Raya Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, sebagai penyebab utama masalah ini. Masyarakat merasa sangat dirugikan karena kepentingan publik dikorbankan demi keuntungan bisnis satu orang pengusaha.
Kekesalan warga kian memuncak lantaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes sebenarnya sudah berulang kali mengalokasikan anggaran dan melakukan pembangunan jalan di wilayah tersebut. Namun, setiap kali selesai dibangun, jalanan kembali hancur dalam waktu singkat akibat terus-menerus digilas oleh armada tronton pakan ayam tersebut.
“DPU Brebes sudah berapa kali membangun jalan ini agar warga bisa beraktivitas dengan nyaman. Tapi kenyataannya, jalan itu hanya terus-menerus dirusak oleh aktivitas bisnis satu orang saja, yaitu usaha ternak ayam milik Pak H. Warno. Ini sangat tidak adil bagi kami rakyat kecil yang menerima dampaknya sehari-hari,” ungkap seorang perwakilan warga dengan nada kecewa.
Kondisi jalan yang rusak menahun ini tidak hanya menghambat perputaran ekonomi warga antar-desa, tetapi juga memicu risiko kecelakaan bagi para pengendara motor yang melintas, terutama akibat lubang-lubang besar yang tergenang air saat hujan.
Melalui keluhan ini, masyarakat Desa Pakujati dan Desa Kedungoleng mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Warga menuntut adanya pengawasan tonase kendaraan dan meminta pihak pengusaha untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan.
Selain itu, warga menaruh harapan besar agar program pembangunan jalan dari pemerintah daerah dapat dilakukan secara merata, menyeluruh, dan berkeadilan, membentang dari wilayah Desa Pakujati hingga menembus ke wilayah Kaliwadas.
Ferri Anggrianto, S.E salah satu Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP). Ia terpilih melalui Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Brebes, yang mencakup wilayah Kecamatan Paguyangan, Bumiayu, Tonjong, dan Sirampog.
” kalo soal nglotok sih belum tapi nanti kalo di biarkan lama”pasti akan nglotok.
jadi harus ada teguran dr pihak “terkait, ujarnya.
Reporter Teguh.
















