Cianjur – Intensitas curah hujan tinggi sejak pagi hingga sore hari menyebabkan tebing setinggi lima meter di wilayah Kampung Ciguntur mengalami longsor. Material tanah bercampur bebatuan menutup aliran air yang biasa digunakan warga untuk mandi dan mencuci.
Lokasi longsor berada di RT 01/RW 15, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, tepat di samping rumah Saepul Anwar, tempat ia tinggal bersama istri dan kedua anaknya.

Musibah tersebut terjadi pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Material longsoran menutup penuh pipa aliran air yang mengaliri puluhan rumah warga RT 01. Warga kemudian bergotong royong melakukan kerja bakti sejak Minggu (23/11) pagi untuk membuka kembali saluran air yang tertimbun lumpur dan bebatuan.
Ita Dewi (34), warga RT 01, menuturkan kepada awak media Detik Updet bahwa ia dan suaminya berada di dalam rumah saat longsor terjadi.
“Ketika terjadi longsor, kami sedang berada di ruang dalam. Terdengar suara gaduh dan anak-anak berteriak histeris di luar. Saya langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi,” ungkap Dewi lirih.
Ia menambahkan, rasa panik semakin besar ketika mendapati tebing ambruk menutup pipa peralon yang menjadi sumber air bagi warga.
“Panik bercampur kaget. Tebing setinggi lima meter menutupi seluruh pipa air yang mengalir ke puluhan rumah. Suami langsung memberi tahu warga sekitar,” ujarnya.
Pada pukul 07.00 WIB, ketua RW 15 H. Jaimin bersama tokoh masyarakat dan warga RT 01 serta RT 02 terlihat bekerja bakti. Mereka mengangkat material longsor secara manual menggunakan karung dan alat seadanya, meski hujan rintik masih turun.
Saepul Anwar (32), pemilik rumah yang terdampak langsung, mengaku terkejut ketika warga berteriak memberi tahu adanya longsor.
“Setelah beraktivitas saya sedang beristirahat. Tiba-tiba terdengar teriakan warga. Saat saya keluar rumah, ya Allah, ternyata tebing di samping rumah saya yang longsor,” ujar Saepul.
Ia juga mengaku sempat memiliki firasat buruk sebelum kejadian.
“Sebelum musibah ini, saya sempat bilang ke teman. ‘Duh, masuk November–Desember, hujan suka deres. Takut ada longsor.’ Dan ternyata kejadian,” katanya.
Sementara itu, saat kerja bakti berlangsung, seorang donatur yang tidak ingin disebutkan namanya memberikan bantuan berupa satu batang pipa peralon tiga inci, tiga batang peralon tambahan, serta dua lembar asbes. Bantuan lain juga diberikan secara sukarela oleh pihak PT DMGP yang datang meninjau lokasi longsor di Ciguntur.
(TB)





















