Cianjur – Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, hari ini menjadi “panggung besar” tempat Pemerintah Kabupaten Cianjur turun langsung menyapa rakyatnya. Kegiatan Rempug Warga yang digelar sejak pukul 08.00 WIB itu bak pasar gagasan, tempat pelayanan publik, program unggulan, hingga aspirasi bertemu dalam satu ruang tanpa sekat.
Sejak matahari baru mengintip dari ufuk, ratusan hingga ribuan warga sudah mengalir seperti arus sungai menuju lokasi acara. Mereka datang dari berbagai latar, tua-muda, petani, buruh, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat yang ingin ikut merasakan denyut pembangunan dari dekat.

Kepala Desa Sukawangi, H. Ahmad Dedi Suryadi, menyebut kegiatan tahun ini terasa berbeda dan sarat makna karena digelar tepat tiga tahun setelah gempa bumi Cianjur yang sempat mengguncang wilayah itu hingga porak-poranda.
“Kegiatan ini bertepatan dengan tiga tahunnya bencana gempa bumi di Cianjur. Selain untuk mengenang peristiwa masa lalu, ini juga menjadi momentum memperkenalkan program-program Pemerintah Daerah kepada masyarakat secara langsung,” ujar H. Dedi, Jumat (21/11/2025).
Rempug Warga menghapus jarak antara pemimpin dan rakyat. Dalam kegiatan ini, warga tak hanya datang sebagai pendengar, tapi juga sebagai pemilik suara yang bisa menyampaikan keluhan dan harapan tanpa perantara, seperti menyerahkan surat langsung kepada pemegang pena.
Bupati Cianjur, dr. Wahyu, turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi dan menyampaikan bahwa partisipasi warga yang begitu besar adalah tanda sehatnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap Rempug Warga terus menjadi jembatan penghubung yang membuat program daerah dapat dirasakan hingga ke akar rumput.
Antusiasme warga mengalir deras. Setidaknya seribu warga hadir sejak awal hingga akhir, menandakan bahwa program yang dibawa pemerintah daerah bukan sekadar angin lewat.
Tak berhenti pada seremonial atau pidato di panggung, Rempug Warga juga turun menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Di lokasi, stan pelayanan publik berdiri bak toko layanan lengkap, dari pelayanan kesehatan gratis, khitanan massal, administrasi kependudukan, hingga fasilitasi pengurusan izin label halal bagi pelaku UMKM.
Sektor pertanian pun tak luput mendapat sentuhan. Pemerintah daerah memberikan satu unit traktor dan benih padi untuk petani Sukawangi, ibarat peluru baru untuk menembus musim tanam berikutnya.
“Agenda acara sangat padat dan menyentuh kebutuhan warga. Mulai dari layanan kesehatan gratis, khitanan massal, pelayanan administrasi kependudukan, hingga izin label halal. Di sektor pertanian, petani juga menerima bantuan berupa traktor dan benih padi,” terang H. Dedi.
Ia berharap semua program yang disampaikan pemerintah daerah tidak berhenti sebagai wacana atau janji yang menguap di udara, tetapi menjadi langkah nyata yang mengisi kantong manfaat masyarakat.
“Program beliau sangat membantu kesejahteraan warga. Saya berharap bukan hanya tersampaikan, tapi juga benar-benar terealisasi secepatnya,” pungkasnya.
(Rst)





















