Regenerasi Pecinta Alam, Sub DAS Cikundul Ajak Anak Muda Dari Edukasi, Aksi, Hingga Pemetaan Sampah Konservasi

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 23:22 WIB

50455 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cibodas – Komite Sub DAS Cikundul bersama relawan, mahasiswa, pemerintah, serta komunitas pecinta alam melaksanakan Pendidikan Lingkungan dan Operasi Penyampah (OPSIH) di jalur wisata Air Terjun Cibeureum, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan yang di ikuti oleh 65 orang peserta ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat sekaligus memetakan persoalan sampah di jalur konservasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi diawali dengan pengondisian peserta dan pemberian motivasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi Pendidikan Lingkungan bertema “Air sebagai Sumber Kehidupan dan Cermin Perilaku Manusia”. Materi menekankan kaitan erat antara perilaku manusia dengan kualitas ekosistem sungai, hutan, dan air terjun.

Dalam materi pendidikan tersebut, peserta diajak memahami:

– perjalanan air dari hulu hingga hilir,

– penyebab degradasi hutan dan sungai,

– pentingnya regenerasi penjaga lingkungan,

– etika memasuki kawasan konservasi, serta

– solusi praktis seperti ecobrick untuk mengurangi sampah anorganik yang berakhir di TPA.

Usai pembekalan, para peserta melakukan Operasi Penyampah (OPSIH) sepanjang jalur menuju Air Terjun Cibeureum. Empat titik menjadi fokus pembersihan, yaitu Telaga Biru, Rawa Gayonggong, Panyangcangan, dan Air Terjun Cibeureum. Tim melakukan penyisiran, pengumpulan, dan pendokumentasian sampah. Adapun jenis sampah yang dominan ditemukan ialah plastik sekali pakai, tisu basah, serta kemasan makanan dan minuman hasil aktivitas wisatawan.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pencatatan titik rawan sampah yang nantinya disampaikan kepada pihak pengelola sebagai rekomendasi perbaikan tata kelola jalur dan peningkatan edukasi bagi pengunjung.

Koordinator Komite Sub DAS Cikundul, Herry Trijoko, menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bagian dari gerakan regenerasi kepedulian terhadap hutan dan sungai.

“Hari ini kita tidak hanya memungut sampah, tetapi memungut kembali tanggung jawab kita sebagai penjaga bumi. Anak muda perlu mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung agar hubungan manusia dengan alam pulih kembali,” ujar Herry.

Selain OPSIH, dilakukan juga pendataan sampah sebagai bahan riset awal terkait pola pembuangan sampah di jalur konservasi. Data tersebut nantinya diolah menjadi rekomendasi kebijakan serta materi edukasi bagi sekolah-sekolah di wilayah Sub DAS Cikundul.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama yang menegaskan bahwa menjaga sungai dan hutan bukan tugas satu kelompok, tetapi kerja kolektif yang memerlukan kesadaran, komitmen, dan tindakan bersama.

Komite Sub DAS Cikundul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini:

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP)
Atas izin, pendampingan dan dukungan penuh dalam pendidikan lingkungan dan Opsih.
Montana Sukarelawawan Taman Nasional
Atas pendampingan teknis dan dukungan lapangan.

Forum SISPALA Vanaprasta Cipanas
Atas partisipasi aktif dan komitmen dalam pendidikan lingkungan.
SMA ZAD, SMP Muhammadiyah, SMA Prima Teladan Cugenang
Atas keterlibatan para siswa sebagai generasi muda penjaga lingkungan.

DLH Kabupaten Cianjur
Atas dukungan data dan arah kebijakan pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Pemerintah Desa Sindanglaya
Atas dukungan fasilitas, komunikasi masyarakat, dan kerjasama lintas sektor.

Pihaknya meyakini bahwa keberhasilan pemulihan sungai dan hutan hanya dapat dicapai melalui kerja sama antara pemerintah, pelajar, dan komunitas.

Dengan semangat Dirgahayu ke-2, Komite Sub DAS Cikundul menegaskan komitmen untuk terus menjadi jembatan kolaborasi, penggerak edukasi, serta penjaga kesehatan lingkungan di wilayah Cipanas dan sekitarnya. (Rst)

Berita Terkait

PAS Beres Diluncurkan, Pemkab Brebes Persempit Celah Korupsi Presensi ASN
Satpol PP Brebes Genjot Legalitas Hotel dan Karaoke, Antisipasi Prostitusi Terselubung hingga Miras
Reses di SDN Cimacan II, H. Lukmanul Hakim Dengarkan Aspirasi Warga dan Pastikan Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Sumur, Polisi Bersama Warga Lakukan Evakuasi
Geger Seorang Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam, Polisi Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian dan Evakuasi
Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar
Program Wardoyo: Ribuan Paket Sembako Dibagikan ke Warga Kurang Mampu Kecamatan Losari  
Semangat Menggelora, Suporter Persib Wilayah Losari Cirebon Padati Jalan Raya

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:25 WIB

PAS Beres Diluncurkan, Pemkab Brebes Persempit Celah Korupsi Presensi ASN

Senin, 25 Mei 2026 - 16:13 WIB

Satpol PP Brebes Genjot Legalitas Hotel dan Karaoke, Antisipasi Prostitusi Terselubung hingga Miras

Senin, 25 Mei 2026 - 14:50 WIB

Reses di SDN Cimacan II, H. Lukmanul Hakim Dengarkan Aspirasi Warga dan Pastikan Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran

Senin, 25 Mei 2026 - 10:38 WIB

Geger Seorang Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam, Polisi Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian dan Evakuasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:06 WIB

Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:06 WIB

Program Wardoyo: Ribuan Paket Sembako Dibagikan ke Warga Kurang Mampu Kecamatan Losari  

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:34 WIB

Semangat Menggelora, Suporter Persib Wilayah Losari Cirebon Padati Jalan Raya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:54 WIB

Masjaka Babakan dan Konsultan Bahas Rencana Drainase 6 Km Jl. Jenderal Sudirman Ketanggungan

Berita Terbaru