Cianjur – Mesin politik Partai Golkar di Kabupaten Cianjur kembali digas penuh, seolah kapal besar yang baru selesai diperbaiki dan siap kembali berlayar menembus ombak kontestasi demokrasi. Pendidikan Politik (Dikpol) untuk Dapil 2 kembali digelar di Cibeber, Sabtu (22/11/2025), dengan tema “Peningkatan Kapasitas dan Solidaritas Kader” sebagai bahan bakar untuk menajamkan arah kompas kader di lapangan politik.
Ketua DPD Golkar Cianjur, TB Mulyana Syahrudin, menegaskan bahwa pemilu bukan sekadar ritual pencoblosan, melainkan ruang belajar agar masyarakat tahu betul bagaimana hak politiknya bekerja. Politik, menurutnya, ibarat sekolah tempat rakyat belajar memahami suara yang mereka titipkan.

Ia menegaskan bahwa di tubuh partai ada dua pondasi utama yang harus terus diperkuat: keteguhan nilai dan kemampuan kader menyelami tengah masyarakat sebagai pendidik demokrasi. Dengan pondasi itu, kader mampu “membawa obor di tengah gelap” agar jalandemokrasi tetap terlihat jelas.
Raihan suara Golkar pada pemilu sebelumnya dinilai cukup memuaskan. Mulyana menyebut hal itu bukan hadiah keberuntungan, melainkan hasil kerja dari seluruh struktur partai yang telah menebar jaring di wilayah masing-masing untuk menangkap aspirasi masyarakat dan menjadikannya manfaat nyata.
Anggota DPRD Cianjur, H. Irwan, menambahkan bahwa Dikpol ini menjadi langkah awal untuk kembali menyatukan energi politik seluruh komponen Golkar. Ibarat mesin besar, seluruh roda harus bergerak serempak agar tenaga yang dihasilkan benar-benar menggerakkan kapal menuju pelabuhan kemenangan.
Irwan berharap pelatihan ini menjadi ruang perbaikan diri bagi kader agar mampu memberi manfaat bukan hanya untuk keluarga dan masyarakat, tetapi juga bagi kemajuan Kabupaten Cianjur.
“Pada intinya kita harus menjaga setiap dapil seperti menjaga ladang, agar hasil panennya semakin besar,” ujarnya.
Untuk Dapil 2 yang saat ini mengantongi dua kursi, Irwan menargetkan peningkatan menjadi tiga hingga empat kursi, tentu dengan catatan seluruh kader turun tangan bersama masyarakat.
Ia menegaskan Dikpol menjadi bukti Golkar tidak ingin mesinnya berkarat, tidak ingin layarnya robek, tetapi terus siaga, solid, dan siap menyongsong angin. (Rst)





















