Pandan –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga terus memperkuat peran sosialnya melalui program Desa Binaan Pemasyarakatan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan dengan pelaksanaan kegiatan bakti sosial berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Masjid Baiturrahmah, Kelurahan Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Sibolga dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Pemerintah Kecamatan Pandan, Puskesmas Pandan, serta Pemerintah Kelurahan Sibuluan Raya. Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lapas Sibolga yang menghadirkan layanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat melalui program Desa Binaan Pemasyarakatan.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional dan daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.
“Program ini sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden dan program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah siap mendukung dan berkolaborasi dalam menjalankan program ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada setiap desa maupun kelurahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, menegaskan bahwa pemasyarakatan saat ini tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan di dalam tembok lembaga pemasyarakatan, tetapi juga hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Melalui program Desa Binaan Pemasyarakatan, lanjutnya, Lapas Sibolga berkomitmen untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang edukatif, produktif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan hari ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap kualitas hidup masyarakat. Program ini juga menjadi implementasi dari 15 Program Aksi Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberian layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar Unit Pelaksana Teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkap Kalapas.
Pada kesempatan tersebut, Kalapas juga mengajak pemerintah daerah dan pemerintah setempat untuk turut memberdayakan warga binaan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti gotong royong, kerja bakti, maupun kegiatan sosial lainnya.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam aktivitas positif di tengah masyarakat dapat menjadi langkah konkret dalam proses reintegrasi sosial sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap narapidana.
Kegiatan penyuluhan kesehatan diawali dengan pemaparan materi oleh Kepala Puskesmas Pandan mengenai pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Setelah penyuluhan, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dan berkonsultasi langsung dengan dokter serta tenaga kesehatan yang bertugas.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia untuk memeriksakan kondisi kesehatan, memperoleh edukasi medis, serta mendapatkan informasi mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Sibolga berharap program Desa Binaan Pemasyarakatan dapat terus menjadi sarana penguatan hubungan antara pemasyarakatan dan masyarakat. Selain meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial yang berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli, dan sejahtera.(AVID/ Tim Humas Lasiga).





















