CIANJUR — Nasib malang menimpa Nanang (50), warga Kampung Babakan Cikundul RT 01 RW 18, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Selama enam bulan terakhir, ia hanya bisa terbaring lemah di rumahnya akibat penyakit yang belum terdiagnosis secara pasti, tanpa pendampingan medis yang memadai.
Kondisi Nanang semakin memprihatinkan karena ia merupakan orang tua tunggal (duda) yang harus mengasuh anaknya yang masih berusia empat tahun. Akibat sakit yang berkepanjangan, Nanang kehilangan kemampuan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kerabat Nanang, Ujang Hasan (40), mengungkapkan bahwa selama setengah tahun ini, Nanang belum pernah mendapatkan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.
“Sudah sekitar enam bulan dia hanya terbaring. Penanganannya sebatas diperiksa mantri dan diberi obat. Keluhannya serius, sering sesak napas dan nyeri di bagian lambung, tapi belum pernah diperiksa secara menyeluruh,” ujar Ujang, Sabtu (13/12).
Nanang mengaku sempat mendapatkan saran dari Ketua RT dan unsur lingkungan setempat untuk dirujuk ke rumah sakit. Namun, ia terpaksa menolak tawaran tersebut karena tidak adanya solusi bagi pengasuhan anak semata wayangnya jika ia harus menjalani rawat inap
“Saya ditawari dibawa ke rumah sakit, tapi saya tidak bisa meninggalkan anak saya. Tidak ada yang menjaga kalau saya harus dirawat,” jelas Nanang.
Selain kendala pengasuhan, faktor ekonomi juga menjadi beban. Bantuan sosial yang diterimanya dinilai tidak mencukupi untuk biaya hidup dan pengobatan lanjutan.
Pihak keluarga menyayangkan minimnya perhatian dari Pemerintah Desa Sukanagalih. Menurut Ujang, hingga saat ini belum ada aparatur desa yang datang secara langsung untuk melihat kondisi warganya tersebut.
“Dari pihak desa belum ada yang datang melihat langsung kondisinya,” tambah Ujang.
Nanang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah setempat, baik dari pihak desa, Puskesmas, maupun dinas terkait.
Ia membutuhkan kepastian diagnosis penyakitnya serta solusi pendampingan sosial bagi anaknya agar ia bisa fokus menjalani pengobatan.
“Saya hanya ingin tahu penyakit saya apa. Saya butuh pemeriksaan yang jelas,” pungkasnya.
(Rst)
















